Senin, 20 April 2026

Berita Kukar Terkini

Ratusan Pelajar di Kukar Ikut Lestarikan Bahasa Kutai di FTBI 2024

Ketua Panitia FTBI 2024, Awang Rifani, menjelaskan, kegiatan ini telah dimulai sejak hari pertama dengan babak penyisihan

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/FTBI
Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari seluruh Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ikut memeriahkan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024.  

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari seluruh Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ikut memeriahkan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024. 

Acara ini digelar oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar di Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Kukar, Kalimantan Timur selama dua hari.

Ketua Panitia FTBI 2024, Awang Rifani, menjelaskan, kegiatan ini telah dimulai sejak hari pertama dengan babak penyisihan, dan di hari kedua berlanjut ke grand final untuk menentukan para pemenang dari setiap kategori lomba. 

"Beberapa kategori yang dilombakan meliputi Protak (mendongeng), Nyanyi Tingkilan, Membaca Puisi, Bepidato, Bertarsul, Belocoan, serta Ngarang Kesah Pendak (mendongeng)," kata Awang Rifani, Selasa (3/9/2024).

Baca juga: Menyemarakan HUT RI ke-79, Pemkab Kukar Bentang Bendera Merah Putih 250 Meter di Bundaran Tuah Himba

Ia menambahkan, tujuan dari FTBI 2024 adalah untuk mempromosikan dan melestarikan bahasa ibu, khususnya bahasa Kutai, agar lebih dikenal dan digunakan oleh anak-anak di era digital yang semakin didominasi oleh media sosial. 

Diharapkan, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap bahasa ibu mereka.

Bahasa Kutai telah diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah-sekolah SD dan SMP.

"Sehingga dapat diteruskan kepada generasi berikutnya," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurna, menyampaikan bahwa bahasa ibu sebagai warisan tak benda dapat terancam punah seiring berjalannya waktu. 

Bahasa ibu bisa hilang karena gaya hidup, marginalisasi suku-suku tertentu, dan semakin berkurangnya populasi penutur. 

"Oleh karena itu, pelestarian bahasa ibu menjadi kewajiban kita bersama, salah satunya melalui FTBI ini," ungkap Joko Sampurna.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berekspresi dan mengapresiasi bahasa daerah mereka melalui puisi, lagu, drama, dan seni lainnya yang menggunakan bahasa ibu atau bahasa daerah di Kabupaten Kukar.

"Saya berharap, melalui event ini, generasi muda kita akan semakin mencintai bahasa-bahasa yang ada di Kukar, mempelajari, dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Joko.

"Semoga kita senantiasa bangga dan cinta pada bahasa ibu kita, melestarikannya agar tidak hilang dan hanya menjadi legenda bagi anak cucu kita," sambungnya. (*)


 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved