Jumat, 1 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Istilah Tone Deaf Marak Digunakan, Psikolog Siloam Hospitals Balikpapan Sebut tak Perlu Ambil Pusing

Selain diartikan sebagai Buta Nada, Istilah Tone Deaf juga bisa diartikan sebagai penggambaran tentang seseorang yang tidak memperdulikan lingkungan

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Psikolog Siloam Hospitals Balikpapan, Patria Rahmawaty .S.Psi., M.MPd, Psikolog.TRIBUNKALTIM.CO/HO/Patria 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Selain diartikan sebagai Buta Nada, Istilah Tone Deaf juga bisa diartikan sebagai penggambaran tentang seseorang yang tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. 

Psikolog Siloam Hospitals Balikpapan, Patria Rahmawaty .S.Psi., M.MPd, Psikolog mengatakan istilah tone deaf memang menjadi salah satu istilah baru yang populer di kalangan masyarakat. 

Hal ini terlihat dari menurunnya rasa empati dan peka antar manusia. Sebab, implementasi etika sebagai basic life manusia tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Sebenarnya kalau etika dijalankan dengan baik, maka manusia itu akan terbentuk dan berinteraksi dengan orang lain dan penuh kepekaan. Kecerdasan emosionalnya juga akan semakin baik," ungkapnya, Sabtu (7/9/2024).

Baca juga: Psikolog Siloam Hospital Balikpapan Beberkan Penyebab Seseorang Jadi Tone Deaf 

Baca juga: Pandangan Dosen Program Studi Psikologi Unmul Terkait Fenomena Standarisasi Tiktok di Generasi Z

Meski begitu, menurutnya, orang-orang yang memiliki sikap Tone Deaf perlu diingatkan. Tentu dengan cara-cara yang baik dan tanpa paksaan. 

Sebab, baginya, seseorang tidak bisa menentukan karakter orang lain sesuai apa yang ia inginkan. 

"Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk menjadi apa yang kita mau. Jadi cukup mengingatkan saja, sekali atau dua kali. Tapi kalau tidak diindahkan, ya tidak usah memaksakan diri. Boleh mengingatkan asal tidak memaksakan," jelasnya.

Selain itu, dalam menanggapi seseorang yang kurang peka pada lingkungannya, menurut Patria, tak perlu diambil pusing atau bahkan dijadikan sebagai masalah yang krusial. 

Baca juga: Banyak Generasi Masa Kini Suka Lagu Lawas, Dosen Psikologi Unmul Ini Beberkan Penyebabnya

Sebab, kata dia, tone deaf bisa menjadi karakter seseorang. Kecuali ia Ingi mengubahnya. 

"Jangan ambil pusing dengan sikap mereka. Abaikan saja. Anggap saja itu bagian dari karakter mereka dan kita tidak bisa mengubahnya. Kecuali orang itu mengubah dirinya sendiri," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved