Buaya Terkam Manusia di Kutim
Buaya yang Diduga Terkam Warga Karangan Kutim Telah Ditangkap Nelayan
Aspul Anuar menyampaikan bahwa buaya yang diduga menyambar warga Desa Karangan Seberang telah ditangkap
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kepala Desa Batu Lepoq, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Aspul Anuar menyampaikan bahwa buaya yang diduga menyambar warga Desa Karangan Seberang telah ditangkap.
Awalnya, setelah mendengar ada kabar warga Desa Karangan Seberang disambar buaya dan berakhir meninggal dunia, warga sekitar berinisiatif untuk mencari buaya tersebut.
Akan tetapi belum juga dicari oleh warga.
"Nah kebetulan ada warga yang kegiatannya mencari ikan di sungai (Sungaj Karangan) sekaligus dikejar lagi sama buaya itu," ujar Aspul, Senin (9/9/2024).
Baca juga: Cerita Kepala Desa Karangan Seberang Kutim Terkait Warganya yang Disambar Buaya
Lanjutnya, nelayan yang merupakan warganya itu memiliki peralatan lengkap untuk mencari ikan dan udang di Sungai Karangan.
Lantaran buaya mendekat ke perahu ketinting nelayan, akhirnya nelayan menikam buaya itu dengan menggunakan tombak.
"Ditikam pakai tombak dan dipastikan juga itu buaya yang menyambar korban sebelumnya, karena ciri-cirinya dimulutnya ada bekas rambut-rambut," imbuhnya
Dikonfirmasi terpisah, warga Desa Batu Lepoq, Mauluddin yang menikam buaya saat pergi mencari ikan di Sungai Karangan itu juga menceritakan secara singkat.
Ia mencari ikan menggunakan perahu ketinting, beberapa hari setelah adanya korban penyambaran buaya di Desa Karangan Seberang.
Ia melihat ada buaya yang besar muncul lalu tenggelam lagi. Tak lama, ia melihat lagi ada buaya yang muncul yang kedua kalinya.
"Yang ketiga kalinya buaya lewat mengejar menuju ke perahu kami, langsung mengejar ketinting kami, nah disitulah kesempatan kami menombaknya, karena takut juga," jelasnya.
Kemudian buaya sempat ada perlawanan kemudian tenggelam ke air setelah ditombak.
Singkat cerita, ia meminta bantuan kepada warga setempat untuk menarik buaya tersebut ke hulu sungai untuk diikat.
Setelah diikat, buaya ditarik oleh banyak warga, lebih dari 10 orang, dan dibawa ke hilir Sungai Karangan yang jauh dari pemukiman warga.
"Buayanya kami buang di hilir sana jauh, kondisinya waktu dibuang sudah mati, kira-kira panjangnya ada itu 5 meteran ada itu," pungkasnya.(*)
| Nelayan di Kecamatan Karangan Kutim Minta Dibangun Penangkaran Buaya |
|
|---|
| Nasib Buaya yang Diduga Sambar Manusia di Kutim, Sempat 3 Kali Muncul hingga Ditombak Nelayan |
|
|---|
| Sungai Karangan Jadi Sarang Buaya, Nelayan Kutim Minta Pemerintah Buat Penangkaran |
|
|---|
| Cerita Kepala Desa Karangan Seberang Kutim Terkait Warganya yang Disambar Buaya |
|
|---|
| Kronologi Warga Kutim Disambar Buaya, Ditarik 30 Menit ke Air Hingga Dilempari Batu Sama Warga |
|
|---|
