Selasa, 12 Mei 2026

Timnas Indonesia

Rocky Gerung Tanggapi Peter Gontha Soal Naturalisasi di Timnas: Sepak Bola juga Penanda Kedaulatan

Rocky Gerung ikut tanggapi Peter Gontha, seputar pemain naturalisasi di Timnas Indonesia yang viral di media sosial. 

Tayang:
Editor: Doan Pardede
YouTube/@Rocky Gerung Official
TIMNAS INDONESIA - Rocky Gerung ikut tanggapi Peter Gontha, seputar pemain naturalisasi di Timnas Indonesia yang viral di media sosial.  

TRIBUNKALTIM.CO - Rocky Gerung ikut buka suara soal pernyataan mantan Duta Besar Polandia, Peter Gontha, seputar pemain naturalisasi di Timnas Indonesia yang viral di media sosial. 

Sebelumnya, Peter Gontha, membuat sebuah unggahan di Instagram yang memuat delapan poin pertanyaan.

Peter Gontha ingin menyorot banyaknya pemain keturunan yang kini membela timnas Indonesia.

Ketika menjamu Australia pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Selasa (10/9/2024), susunan starter timnas Indonesia didominasi pemain kelahiran luar negeri.

Baca juga: Timnas Indonesia Makin Garang, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Siap Diturunkan Lawan Bahrain?

Nama-nama seperti Maarten Paes, Jay Idzes, Sandy Walsh, Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-Oen, dan Ragnar Oratmangoen mengisi susuan sebelas awal Tim Merah Putih.   

Rocky Gerung turut  juga tampaknya kurang sreg dengan adanya naturalisasi yang dilakukan PSSI di dalam skuat Timnas Indonesia

Menurut Rocky, semestinya timnas menghidupkan kembali kebanggaan tetapi didasarkan dari pemain-pemain asli bangsa Indonesia, bukan dengan banyaknya pemain naturalisasi.

"Hari ini kita mungkin melihat ada euforia di dalam persepakbolaan kita, tapi euforia itu membatalkan atau membuat kita lupa bahwa yang bermain di lapangan itu sebetulnya adalah bukan grup yang kita idealkan sebetulnya, karena apa yang sekarang disebut naturalisasi itu semacam penipuan terhadap sensasi," Rocky seperti dikutip dari Channel Youtubenya yang tayang pada Kamis (13/9/2024). 

"Pak Peter ini menunjukkan bahwa dia paham apa yang disebut sebagai euforia massa dan patriotisme semu di atas lapangan. Tapi, Pak Peter hendak menerangkan bahwa sensasi-sensasi di lapangan itu sebetulnya juga harus dipahami berdasarkan prinsip-prinsip patriotisme," kata Rocky lagi. 

Ia mencontohkan prinsip patriotisme itu bagaimana lagu kebangsaan Indonesia seharusnya dinyanyikan dengan pendasaran batiniah bahwa negara ini dihidupkan dengan semangat perjuangan.

TIMNAS INDONESIA - Pesepak bola Indonesia berdiskusi disela-sela melawan Timnas Arab Saudi pada pertandingan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C di Stadion King Abdullah Sports City, Jumat (6/9/2024) dini hari WIB.
TIMNAS INDONESIA - Pesepak bola Indonesia berdiskusi disela-sela melawan Timnas Arab Saudi pada pertandingan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C di Stadion King Abdullah Sports City, Jumat (6/9/2024) dini hari WIB. (PSSI)

Rocky melanjutkan bahwa sepakbola bagi rakyat Indonesia bukan sekadar olahraga, sepakbola itu sebagai penanda kedaulatan sebuah negara. 

"Jadi, kalau ada teori bawah negara itu berdaulat kalau ada wilayah, rakyat, pemerintahan dan sekarang mungkin bisa ditambahkan harus ada sepakbola," katanya. 

Namun, munculnya naturalisasi menandakan ada yang tidak beres dengan prinsip patriotisme dalam sebuah negara yang berdaulat. 

"Jadi kedaulatan rakyat itu akan ditagih pada pesepakbolaan kita. Kalau misalnya ada naturalisasi tentu ya ada sesuatu yang tidak fit and proper dengan prinsip-prinsip patriotisme itu," ucapnya. 

Selain itu, naturalisasi kini dianggap sebagai pembenaran karena belum berhasilnya pembibitan sepakbola di Indonesia. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved