Berita Balikpapan Terkini

Program Kota Kita, 700 KK di Gunung Sari Ulu Balikpapan Tersambung Aliran Air Tahap Pertama

Melalui program Kota Kita ini mencakup pekerjaan reservoir air, water treatment dari sumur bor air dalam yang memang sudah ada di GSU

Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/ARY NINDITA
Penampungan air sumur bor dalam di Gunung Sari Ulu (GSU), Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Program Kota Kita inisiasi dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) telah memberikan manfaat bagi warga Gunung Sari Ulu (GSU), Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ada pun Disperkim menginisiasi bantuan mulai dari pengadaan tandon, mesin filter air, selang, pipa dan lain sebagainya.

Melalui program Kota Kita ini mencakup pekerjaan reservoir air, water treatment dari sumur bor air dalam yang memang sudah ada di GSU sejak tahun 2020.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem di Balikpapan, Polresta Perkuat Patroli di Perairan

Ketua Kelompok Pemanfaat dan Pemeliharan (KPP) Victor Simatupang, mengatakan, pihaknya tengah melalukan pendistribusian air ke rumah-rumah warga.

Setelah menerima bantuan treatment dan pompa air, pengerjaan selanjutnya ialah merapikan tandon atau penampungan air yang berada di dataran tinggi terlebih dahulu.

Jadi ntar kalau dari atas sudah semakin rapi dari sini akan dinaikkan ke atas, kemudian distribusi ke warga itu gravitasi kita hemat listrik 

"Jadi dengan kontur daerah yang tinggi, kita mendistribusikannya enggak perlu pakai pompa pendorong, air turun sendiri. Sehingga distribusi ke warga lebih hemat listrik," ujar Victor, Senin (16/9/2024).

Pada pendistribusian saat ini, sebanyak 80 KK telah terpasang sambungan pipa dari saluran sumur air bor dalam tersebut.

Kapasitas sumur air bor dalam ini mencapai 36 liter per detik. Ditargetkan memenuhi kebutuhan air 400 - 700 KK.

Nantinya, pendistribusian ini dapat mensuplai air ke empat RT, yakni RT 29, RT 35, RT 37, dan RT 40. Dengan total 1.200 - 1.600 jiwa.

"Mudah-mudahan sumur air dalamnya memadai. Lagi uji coba, sehingga pompa hidup terus. Jadi kami harapkan bisa langsung mengalir, tanpa bergilir," kata Victor.

Sementara terkait proses pembayaran, terdapat petugas yang akan mencatat penggunaan air di setiap rumah.

"Mereka bisa langsung bayar lewat kami atau transfer saja. Harga jualnya Rp8.500 per kubik, itu untuk biaya operasional dan pemeliharaan," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved