Kamis, 16 April 2026

Berita Nasional Terkini

Hari Guru 2024 Kapan? Dirayakan 2 Kali Setahun, Inilah Perbedaan Hari Guru Sedunia dan Nasional

Peringatan ini dilakukan setiap Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober dan Hari Guru Nasional pada 25 November.

Editor: Nisa Zakiyah
pngtree.com
Hari Guru - Ilustrasi. Hari Guru 2024 kapan? Dirayakan dua kali setahun, inilah perbedaan Hari Guru Sedunia dan Nasional. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam 1 tahun, Indonesia memeringati Hari Guru sebanyak 2 kali. 

Peringatan ini dilakukan setiap Hari Guru Sedunia pada 5 Oktober dan Hari Guru Nasional pada 25 November.

“Hari Guru Sedunia merupakan perayaan untuk memeringati hari jadi pengadopsian rekomendasi Organisasi Buruh Internasional (ILO) / Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tentang Status Guru (Status of Teachers) pada 5 Oktober 1994,” tulis UNESCO dalam laman resminya.

Pasalnya, rekomendasi dari ILO/ UNESCO menjadi tolok ukur terkait hak dan tanggung jawab, standar untuk persiapan awal serta pendidikan lanjutan, perekrutan, pekerjaan, dan kondisi belajar mengajar bagi guru.

Tiga tahun kemudian, rekomendasi tentang Status Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi baru diadopsi untuk menengkapi rekomendasi pada 1966 mengenai tenaga pengajar dan peneliti di universitas.

Dalam rencana global bernama Sustainable Development Goals (SDGs), nomor 4 menekankan pada pembangunan di bidang pendidikan.

SDGs mengakui bahwa guru merupakan kunci pencapaian agenda di bidang pendidikan pada 2030.

lihat fotoHari Guru Nasional.

Hari Guru Nasional di Indonesia diperingati setiap 25 November. Tanggal ini muncul karena bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

“Hari Guru Sedunia telah menjadi kesempatan untuk menandai kemajuan dan merefleksikan cara untuk melawan tantangan yang tersisa untuk promosi profesi guru,” kata UNESCO.

Hari Guru Nasional

Sementara itu, Hari Guru Nasional di Indonesia diperingati setiap 25 November.

Tanggal ini muncul karena bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sebelum bernama PGRI, persatuan ini bernama PGHB (Persatuan Guru Hindia Belanda) pada 1912.

Anggotanya berisikan kepala sekolah, guru desa, guru bantu, hingga perangkat sekolah lainnya.

Pada 1932, PGHB mengubah namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Saat itu pemerintah yang masih dalam jajahan Belanda tidak menerima unsur nama “Indonesia” dalam PGI karena dianggap sebagai sebuah ancaman untuk mereka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved