Berita Internasional Terkini
Tupperware Ajukan Bangkrut Usai Gagal Lunasi Hutang Pasca Pandemi Covid
Perusahaan terkenal wadah plastik Tupperware Brands Corp. dan beberapa anak perusahaannya mengajukan perlindungan kebangkrutan
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Konsumen yang lebih muda, sebut dia, telah menggunakan produk lebih ramah lingkungan, seperti kertas lilin lebah untuk menjaga makanan tetap segar.
Pada 2022, perusahaan ini melaporkan kerugian sebesar 28,4 juta dolar AS karena penjualan bersih turun 18 persen, The Straits Times melaporkan. Pada April 2023, saham Tupperware anjlok hampir 50 persen setelah merek tersebut menyebut pihaknya berada di ambang kebangkrutan.
Tahun 2023, merek tersebut mengganti kepala eksekutifnya Miguel Fernandez dan beberapa anggota dewan dalam upaya membalikkan keadaan bisnis.
Namun, pada Juni 2024, Tupperware mengumumkan rencana menutup satu-satunya pabriknya di Amerika Serikat dan memberhentikan hampir 150 karyawan, menurut New York Post.
PHK dimulai pada September 2024, dengan tanggal penutupan yang dijadwalkan pada 14 Januari 2025, WCBD melaporkan.
"Penting untuk dicatat bahwa keputusan ini tidak mencerminkan kinerja tim Hemingway," kata Tupperware pada outlet tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Kami menghargai setiap anggota tim kami yang berharga dan bertahun-tahun pengabdian yang telah mereka dedikasikan untuk tenaga penjualan dan perusahaan." Pabrik Hemingway, satu-satunya lokasi produksi Tupperware di AS, dijual pada 2023. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
| 7 Fakta Kondisi Kesehatan Donald Trump, Gedung Putih Merilis Laporan Hasil Pemeriksaan Medis Terbaru |
|
|---|
| Tanggal 31 Mei Memperingati Apa? Tahun Ini Bertepatan Hari Raya Waisak, Momen Peringatan Lain |
|
|---|
| Amerika Dilanda Kelaparan, Ketahanan Pangan Warga AS Lebih Parah dari Masa Pandemi Covid-19 |
|
|---|
| Tanggal 30 Mei Memperingati Apa? Ada Hari Kentang Internasional hingga Hari Peluk Kucing |
|
|---|
| Negara-negara Eropa Mulai Rancang Aliansi Pertahanan Baru tanpa AS, Gadang Inggris Jadi Pemimpin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240918-Tupperware-Bangkrut.jpg)