Rabu, 29 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Andi Harun Minta Dukungan Warga untuk Bangun Samarinda 5 Tahun Lagi

Andi Harun menyatakan diri siap kembali melanjutkan karyanya untuk membangun ibu kota Provinsi Kalimantan Timur

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim, Ibnu Taufik Juwariyanto berbincang bersama Bakal Calon Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam waawncara eksklusif di Samarinda, Rabu (18/9).TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDAWalikota Samarinda Andi Harun menyatakan diri siap kembali melanjutkan karyanya untuk membangun ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam Pilkada Samarinda 2024, Andi Harun akan menghadapi kotak kosong. 

Lawan kotak kosong karena Andi Harun telah dinilai memiliki dedikasi untuk membangun peradaban yang lebih baik juga telah diakui masyarakat Samarinda.

Dengan memaksimalkan APBD awal yakni Rp 2,5 triliun, Andi Harun bersama wakilnya Rusmadi Wongso telah merubah Kota Samarinda masuk dalam daftar 10 kota paling layak huni di Indonesia.

Politisi Gerindra yang masih menjabat sebagai Wali Kota Samarinda ini kembali mengenang bagaimana perjuangannya membangun Kota Tepian.

Dalam ingatannya masyarakat Samarinda dipaksa untuk menerima nasib tinggal di wilayah kota yang kumuh, kotor dan banjir.

Baca juga: Bawa Samarinda Naik Kasta, Kisah Andi Harun 3,5 Tahun Tata Ibu Kota Kaltim

Baca juga: Rekam Jejak Walikota Samarinda Andi Harun, Sudah Terjun ke Dunia Politik Sejak Kelas 2 SMP

Bahkan dulunya ibu kota Samarinda ini tidak pernah masuk dalam jajaran kota layak huni.

Andi Harun mengingat dulu ada perumpamaan dalam bahasa Banjar yang menggambarkan Kota Samarinda.

Yakni dikenal rigat (kotor) karena banyak sampah, licak (becek) karena jalan aspal yang tidak merata, kadap (gelap) dan calap (tenggelam) karena banjir.

"Bahkan kalau ada yang protes kok selalu banjir? Dijawab ikam hanyar kah di Samarinda (kamu baru tinggal di Samarinda). Jadi masyarakat seolah harus menerima kenyataan itu," lirihnya.

Miris dengan 'gambaran' itu, akhirnya pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini bertekat ingin memimpin Kota Samarinda dan meyakini ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini bisa terbebas dari paradigma buruk itu.

"Saya enggak percaya banjir dan kotornya Samarinda enggak bisa dirubah. Makanya saat maju, saya sudah berimajinasi Kota Samarinda akan indah dan bersih," tegasnya.

"Apalagi kita punya APBD. Alasan kita tidak bisa merubah paradigma itu apa?" Imbuhnya tegas.

Asa untuk memimpin Samarinda tergapai. Dengan perolehan suara 102.592 atau 36,11 persen, Andi Harun berhasil menjadi Wali Kota periode 2021-2024.

Dengan keberhasilan itu Andi Harun bergerak cepat melakukan perubahan.

Meski di awal kepemimpinan mendapat cobaan Covid-19, namun Andi Harun meyakini bisa memaksimalkan anggaran Rp 2,5 triliun yang ada.

Ia mulai berbenah dari internal Pemerintah Kota Samarinda. Andi Harun menyadari tidak akan mudah bekerja tanpa dukungan ASN di lingkungan pemkot.

Di awal kepemimpinannya diakuinya para ASN cukup sulit mengikuti pola kerjanya yang menuntut percepatan.

"Saya ajak mereka (ASN Pemkot Samarinda) mengubah budaya kerja. Jangan kebanyakan rapat, tapi turun ke lapangan. Memang culture shock, tapi itu bisa dilawan," tegasnya.

Menurutnya selama ini Kota Samarinda sangat semrawut sebab tidak memiliki masterplan yang baik.

Oleh sebab itu, dengan memaksimalkan anggaran yang ada, AH mulai membenahi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). 

Ia merancang agar Kota Tepian memiliki ruang jasa, industri, ekonomi, sosial dan pertanian yang tertata.

"Karena sehebat apapun kita, kalau tidak memiliki peta, kompasnya tidak akan tahu mau diarahkan ke mana," ucapnya.

Dengan perubahan awal itu, perlahan tapi pasti kini Kota Samarinda lebih tertata. Sejumlah ruang terbuka hijau juga mulai dinikmati masyarakat.

Persoalan banjirpun bisa mulai tertangani. Bahkan sejak 2023-2024 ini pemkot melalui Dinas PUPR terus melakukan pembenahan untuk penanganan banjir.

Hampir setiap kecamatan mendapat pemerataan perbaikan drainase untuk pengendalian banjir.

Andi Harun mengatakan memang sejak awal ia telah menekankan kepada setiap OPD untuk bekerja seperti swasta yang bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan khalayak.

Ia tidak ingin ASN menghabiskan banyak waktu di kantor untuk sekadar mengurusi 'kertas'.

Ia menarget setiap OPD memiliki target pencapaian setiap tahunnya.

"Contoh PUPR. Saya suruh data titik banjir. Berapa anggaran, Kerjakan. Jadi tiap tahun titik banjir harus berkurang," tegasnya.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Sebut Jukir Liar Akan Dibina Agar Legal dan Digaji Setara UMR

Begitupun infrastruktur seperti jalan dan kondisi krisis air yang perlahan semakin terbenahi.

Sejak awal Andi Harun juga menegaskan tidak peduli apabila ada yang tidak menyukai pola kerja yang ia terapkan.

"Pasti culture shock. But i dont care. Karena saya yakin jalan yang kita ambil ini baik untuk masyarakat. Negara sudah siapkan anggaran, dan kita ada untuk masyarakat," tegasnya.

Kini Andi Harun meyakini setiap ASN di lingkungan Pemkot Samarinda sudah bisa mengikuti pola kerja yang ia terapkan.

Ia bahkan memberi nilai 8 dari 1-10 untuk frekuensi kecocokannya dengan para ASN.

"Kalau terpilih lagi, di tahun pertama pasti jadi 10 frekuensinya," imbuhnya tertawa.

Andi Harun juga menekankan setiap pemimpin daerah bukan hanya sekadar menggunakan APBD, tapi harus bisa meningkatkan anggaran.

Di era pemerintahannya juga, kini APBD Samarinda dari Rp 2-3 triliun menjadi Rp 5,7 triliun.

Ia menegaskan anggaran terbesar masih untuk penanganan banjir, kemudian perlahan membangun industri di Samarinda.

"Kalau cuma mau belanjakan anggaran yah pemimpin enggak usah sekolah tinggi. Yang penting tahu baca tulis saja," ucapnya.

Kendati demikian Andi Harun menyadari masih banyak hal yang harus diselesaikan.

Meski belum mau membeberkan visi misinya secara gamblang, namun Andi Harun bertekad akan menjadikan Kota Samarinda nyaman, bersih dan beradab.

Pembangunan dan program yang tengah berjalan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat diyakinkannya akan rampung di lima tahun kepemimpinan selanjutnya.

Andi Harun juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Samarinda.

Ia akan mendorong pendidikan berkualitas yang ditunjang dengan tenaga pendidik dan gedung sekolah yang memadai.

Sebab menurutnya dengan SDM yang berkualitas akan mudah membangun Kota Samarinda yang konsisten pada jasa, dagang dan industri.

"Banjir, air bersih, SDM (sumber daya manusia) dan ekonomi itu masih jadi PR. 3,5 tahun itu belum cukup. Kalau diberi kepercayaan 5 tahun lagi, pasti semua persoalan itu beres," ucapnya percaya diri. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved