Pilkada Jabar 2024
Survei Pilkada Jabar 2024 Terbaru September, Elektabilitas Dedi Mulyadi Meroket Terus
Pilkada Jabar 2024 akan diikuti empat bakal pasangan calon (Bapaslon), simak hasil survei terbarunya berikut ini.
TRIBUNKALTIM.CO - Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat akan digelar serentak dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Indonesia, yaitu tanggal 27 November 2024.
Pilkada Jabar 2024 akan diikuti empat bakal pasangan calon (Bapaslon), yakni Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina alias Gita KDI dan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja.
Dedi-Erwan didukung koalisi Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, dan PSI, serta sembilan partai nonparlemen yaitu Hanura, Gelora, Garuda, PKN, Buruh, Prima, Perindo, PBB, dan Partai Ummat.
Sementara, Syaikhu-Ilham didukung PKS, NasDem dan PPP.
Baca juga: Hasil Survei Pilkada Jatim 2024, Pilihan Pemilih Anies, Prabowo, Ganjar: Khofifah vs Risma vs Luluk
Kemudian pasangan Acep-Gita diusung secara tunggal oleh PKB, serta pasangan Jeje-Ronal yang diusung PDI Perjuangan.
Lalu siapa pasangan yang paling berpeluang menang versi hasil survei terbaru? simak ulasannya seperti dilansir Tribunnews.com di artikel bejudul Survei Terbaru Pilkada: Elektabilitas Dua Cagub di Jakarta dan Jawa Tengah Bersaing Ketat:
Katadata Telco Survey
Survei Katadata Telco Survey merilis hasil survei di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten hingga Sumatera Utara.
Menjelang masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, elektabilitas para calon di sejumlah daerah masih bersaing ketat.
Termasuk para calon gubernur di Jakarta dan Jawa Tengah.
Sementara di daerah lain seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara, ada pasangan calon yang elektabilitasnya lebih mendominasi.
Potret itu terlihat dalam survei Katadata Telco Survey oleh Katadata Insight Center (KIC) periode 4-9 September 2024.
Di Jakarta dan Jawa Tengah, dua pasangan masih saling berebut suara.
Di Jakarta, Pramono Anung dan Ridwan Kamil masih berebut suara di segmentasi pemilih tertentu.
Sementara di Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Andika Perkasa juga masih berimbang.
“Temuan tersebut mengindikasikan bahwa Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara telah memiliki kandidat gubernur yang kuat. Namun, di Jakarta dan Jawa Tengah masih terjadi pertarungan ketat,” kata Survey Manager KIC, Satria Triputra Wisnumurti, saat peluncuran dan diskusi Rilis Katadata Telco Survey : Elektabilitas Pilkada 6 provinsi & Kepuasan Terhadap Jokowi di Jakarta, Kamis (19/09).
Selain elektabilitas, analisis survei juga dilakukan dengan kacamata telco behavior.
Segmentasi pemilih dipilah berdasarkan pola perilaku pemilih dalam penggunaan telekomunikasi.
Pemilahan ini membentuk dua belas segmentasi yang menjadi dasar untuk menganalisis elektabilitas para pasangan calon di tiap provinsi.
Airin Rachmi Diany (Banten) unggul pada pemilih yang memiliki ketertarikan pada politics & news reader.
Dedi Mulyadi (Jawa Barat) unggul pada pemilih finance-business oriented & consumer-focused.
Khofifah Indar Parawansa (Jawa Timur) unggul pada pemilih Tech Enthusiasts & Gadget Lovers serta Travel & Adventure Lovers.
Terakhir, Bobby Nasution (Sumatera Utara) unggul pada pemilih Family-Oriented & Home-Centered.
Baca juga: Pasangan Calon yang Bertarung di Pilkada Kaltim 2024 Wajib Buka Rekening Khusus Dana Kampanye
Potret berbeda terjadi di Jakarta dan Jawa Tengah.
Di Jakarta, Pramono Anung unggul pada pemilih Cultural & Religious, sedangkan Ridwan Kamil unggul pada pemilih Lifestyle & Beauty Enthusiasts.
Di Jawa Tengah, Andika Perkasa unggul pada pemilih Health & Fitness Enthusiasts, sedangkan Ahmad Luthfi unggul pada pemilih Youth & Entertainment-Oriented.
Di Pilkada Banten, elektabilitas Airin Rachmi Diany di angka 50,2 persen sedangkan Andra Soni hanya 10 persen.
Popularitas Airin juga unggul jauh dibandingkan Andra Soni yaitu 71 persen berbanding 39 persen.
Di Pilkada Jakarta, elektabilitas Ridwan Kamil mencapai 50 persen sedangkan Pramono Anung di angka 18persen.
Popularitas Ridwan Kamil juga unggul jauh di angka 90 persen Pramono Anung di kisaran 49persen.
Di Pilkada Jawa Barat, elektabilitas Dedi Mulyadi di angka 50persen sedangkan Ahmad Syaiku sekitar 3persen.
Popularitas Dedi Mulyadi juga unggul jauh atas Ahmad Syaiku yaitu 77 persen berbanding 20 persen.
Persaingan ketat terjadi di Pilkada Jawa Tengah.
Elektabilitas Ahmad Luthfi di angka 35 persen Andika Perkasa di angka 27persen.
Sedangkan popularitas Ahmad Luthfi juga hanya unggul tipis atas Andika Perkasa yaitu 53 persen berbanding 51persen.
Di Jawa Timur, elektabilitas Khofifah Indar Parawansa juga unggul jauh atas Tri Rismaharini yaitu 52 persen berbanding 14 persen.
Sedangkan popularitas Khofifah di angka 83 persen Tri Rismaharini sekitar 56 persen.
Di Sumatera Utara, elektabilitas Bobby Nasution juga unggul jauh dari Edy Rahmayadi yaitu 35 persen berbanding 17 persen sementara popularitas Bobby unggul tipis 67 persen berbanding 63 persen atas Edy Rahmayadi.
Satria mengatakan, survei pilkada di enam provinsi bertujuan melihat elektabilitas pasangan calon melalui analisis telco behavior.
Analisis elektabilitas melalui segmentasi pemilih telco akan menjembatani strategi meraup suara melalui ranah digital.
Hal ini diperkuat dengan enam provinsi tersebut merupakan wilayah besar dengan jumlah DPT terbanyak.
Temuan survei yang tak kalah menarik adalah tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi.
Di enam provinsi tersebut, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Ma’ruf Amin terhitung tinggi, berada di angka >70persen.
Tingkat kepuasan tertinggi mencapai angka 80,3persen di Jawa Tengah, sedangkan kepuasan terendah mencapai angka 70,1persen di Jakarta.
Tampaknya isu-isu panas dalam beberapa bulan terakhir berkaitan dengan Presiden Jokowi dan keluarganya seperti Penurunan Demokrasi, Mulyono, dugaan gratifikasi penggunaan pesawat jet pribadi oleh Kaesang (anak bungsu Presiden Jokowi) dan hinaan-hinaan terhadap Prabowo dan keluarga melalui akun FufuFafa yang diduga milik Gibran Rakabuming (anak pertama Presiden Jokowi), tidak berdampak besar terhadap Presiden Joko Widodo.
Di provinsi lainnya, misalnya kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berada pada angka 73,2persen di Banten, 72,3persen di Jawa Barat, 79,2persen di Jawa Timur dan 77,9persen di Sumatera Utara.
Baca juga: 5 Hasil Survei Pilkada Sumut 2024, Duel Elektabilitas dan Popularitas Edy Rahmayadi dan Bobby Ketat
Sementara itu, ketidakpuasan tertinggi berada di Jakarta sebesar 27,6 persen ketidakpuasan terendah berada di Sumatera Utara sebesar 15,9persen.
Katadata Telco Survey di enam provinsi dilakukan melalui survei telepon dengan menggunakan platform data collection tSurvey yang mampu menjangkau responden secara akurat dengan memanfaatkan kapabilitas telco data insight Telkomsel.
Survei dilakukan pada tanggal 4-9 September 2024.
Populasi survei adalah penduduk di enam provinsi yang memiliki hak pilih dan memiliki nomor handphone Telkomsel (populasi tSurvey).
Responden survei ini berjumlah 800 responden dengan margin of error +/-3.5persen pada tingkat kepercayaan 95persen di setiap provinsi. (*)
Survei Pilkada Jabar 2024 Lainnya
Masih di bulan September 2024, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA merilis hasil survei terbaru jelang Pilkada Jabar 2024.
Survei LSI Denny JA ini digelar 3 hingga 7 September 2024.
Peneliti LSI Denny JA, Muhammad Khatib menyebutkan menyebutkan bahwa 90,5 persen masyarakat Purwakarta memilih Dedi Mulyadi untuk menjadi Gubernur, Jawa Barat.
Ia mengatakan, hal itu diketahui setelah LSI Denny JA melakukan survei terhadap 400 orang secara acak.
Dirinya menilai bahwa Dedi Mulyadi merupakan sosok legendaris di Purwakarta.
Diketahui, Dedi Mulyadi pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode
"Karena itu wajar, jika elektabilitas Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jawa Barat di Purwakarta sangat fenomenal, yaitu 90,5 persen.
Sementara, tiga pasangan lainnya masih dibawah 10 persen," kata Khatib saat konfrensi pers di Prime Plaza Hotel Purwakarta, Rabu (11/9/2024).
Sedangkan untuk tiga calon gubernur lainnya sudah mendaftarkan diri ke KPU Jawa Barat, ia mengatakan, Ahmad Syaikhu memperoleh 5,5 persen, Acep Adang Ruhiat memperoleh 1,1 persen, Jeje Wiradinata 0,5 persen dan swing voter mencapai 2,4 persen.
"Kami melakukan pertanyaan kepada warga Purwakarta dengan pertanyaannya, apabila pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di laksanakan hari ini, maka masyarakat memilih siapa, dan hasilnya Dedi Mulyadi unggul," katanya.
Sementara untuk calon wakil gubernur yang paling didukung oleh masyarakat, Khatib menyebutkan bahwa Ilham Akbar Habibie dengan perolehan suara 26,60 persen.
Posisi kedua ditempati oleh Erwan Setiawan 19,100 persen, kemudian Gitalis Dwi Natarina memperoleh 11,80 persen dan Ronal Surapradja memperoleh 5,70 persen serta swing voter cukup tinggi dengan 36,8 persen.
Meski demikian, ia menilai bahwa bila memasuki masa tahapan kampanye, maka kemungkinan lainnya bisa saja terjadi.
"Hasil ini dimungkinkan berubah baik saat ini, ketika tahapan kampanye maupun sesaat sebelum pencoblosan.
Dan kita ketahui money politic masih cukup rentan mengubah hasil survei ini karena masyarakat menganggap wajar adanya praktik tersebut," ujar Khatib.
Indikator Politik Indonesia
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, berdasarkan simulasi empat pasangan calon, Dedi-Erwan mendapatkan elektabilitas paling tinggi sebesar 77,81 persen, disusul Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie sebanyak 10,98 persen.
"Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie 10,98 persen, hampir 11 persen, nama yang lain berimbang antara Acep-Gitalis dan Jeje-Ronald 2,24 persen dan yang tidak jawab/tidak tahu 6,73 persen," ujar Burhanuddin, dalam rilis survei virtual, Kamis (12/9/2024).
Menurutnya, dalam survei tersebut rata-rata responden memilih pasangan calon berdasarkan beberapa poin, seperti memiliki perhatian terhadap rakyat, popularitas hingga rekam jejak di pemerintahan.
"Orangnya perhatian pada rakyat 42,6 persen, belum tahu nama/calon lain 16,1 persen, berpengalaman di pemerintahan 10,4 persen dan sudah ada bukti nyata hasil kerjanya 6,6 persen," katanya.
"Empat dari 10 orang Jawa Barat itu memilih calon gubernur karena faktor orangnya perhatian sama rakyat.
Tapi ada pemilih memilih calon yang ada itu karena faktor belum tahu nama yang lain, karena tingkat kedikenalan tidak berimbang," tambahnya.
Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan memiliki elektabilitas paling tinggi untuk Pilkada Jabar 2024, dalam survei Indikator Politik Indonesia.
Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 2-8 September 2024 menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error +- 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei tersebut melibatkan basis 1.200 orang dari seluruh Provinsi Jabar.
Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka.
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240918_survei-Pilkada-Jabar-2024_Anies_PKS_Ahmad-Syaikhu_Dedi-Mulyadi_Acep_Jeje.jpg)