Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Soal Unggahan Tere Liye tentang E-Book Ilegal di Website Perpus Sekolah, Begini Respons SMAN 4 Berau

Soal unggahan Tere Liye tentang e-book ilegal di website perpus sekolah, begini respons SMAN 4 Berau.

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Diah Anggraeni
Instagram @tereliyewriter/@smapatberau
Unggahan Tere Liye soal SMAN 4 Berau yang menjuarai lomba perpustakaan tingkat nasional, namun menggunakan karya e-book ilegal. Pihak sekolah pun telah memberikan tanggapannya terkait persoalan ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kemenangan Perpustakaan SMA 4 Berau dalam lomba SMA/SMK/MA terbaik klaster III tingkat nasional 2024 mendapat komentar dari salah satu penulis ternama di Indonesia, Tere Liye.

Dalam unggahannya di Instagram, Tere Liye mengatakan, ribuan sekolah menggunakan karya e-book-nya secara bajakan. 

Termasuk SMAN 4 Berau yang menjuarai lomba perpustakaan secara nasional.

Baca juga: Berjasa di Bidang Pendidikan, PT Berau Coal Sabet Penghargaan Pada KEA 2024 dari Pemrov Kaltim

Dalam postingannya itu, Tere Liye menuliskan sebagai berikut:

“Sekolah ini, perpustakaan sekolahnya juara 1 Lomba Perpustakaan Sekolah yang diadakan Perpusnas. Bukan main, website perpus sekolah ini mencantumkan ebook Tere Liye tanpa izin. Alias maling. Lihat screenshot postingan. Tidak percaya, silahkan buka website perpus sekolah ini. Lihat sendiri buktinya.

Fantastis, pemenang lomba perpustakaan sekolah saja begini kelakuannya. Itu panitia lomba Perpusnas, apakah kalian tdk periksa website2 sekolah ini, heh? Apakah kamu tidak periksa koleksi fisiknya. Cek detail. Perpusnas ini kalian edukasi tdk perpus2 lain soal ebook ilegal?

Sekolah2 tidak bisa lagi ngeles, "kami tidak tahu, kami tidak paham soal ini". Bukan main deh, sudah tahun 2024, penulis sudah komplain ribuan kali, penulis sdh mengedukasi soal bajakan, soal ebook ilegal, sekolah masih berlindung dibalik: "kami tidak tahu".

Jadi, kepada kepala sekolah, guru2, pustakawan, murid2 SMAN 4 Berau, segera kalian hapus ebook ilegal Tere Liye ini. Hanya karena Indonesia ini penegakan hukumnya blangsak, kalian masih bisa senyum2 bebas. Jika Indonesia ini semaju Eropa, Amerika, maka sekolah kalian itu sudah didatangi agen khusus FBI atas tindak pelanggaran UU hak cipta, UU ITE dan berbagai pelanggaran lainnya.

Nasib memang tinggal di negeri ini. Trilyunan dana BOS diberikan ke sekolah2, bahkan beli right ebook sj mereka tidak sudi. Beli buku2 saja mikir panjang,” ujarnya.

Baca juga: Presiden Jokowi akan ke Berau pada 27 September, Maulidiyah: Kunjungannya 2 Lokasi

Terkait hal itu, Kepala Perpustakaan Garlip Evi Sulistya Ningsih menjelaskan, atas nama Perpustakaan SMAN 4 Berau bahwa tidak pernah membeli buku fisik maupun e-book bajakan, apalagi menggunakan dana BOS.

Pihaknya melakukan pembelian buku fisik melalui aplikasi resmi pemerintah, yakni Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah).

"Sedangkan untuk pembelian e-book, kami membeli melalui pihak ketiga dan penerbit," katanya.

Mengenai temuan Tere Liye tentang koleksi e-book ilegal, dijelaskan Evi, bahwa awalnya mendapatkan e-book atas proposal pembuatan Anjungan Tempat Membaca (ATM) Digital. 

"Kami sangat menyesal ternyata di dalam hibah tersebut ada e-book ilegal. Dan itu merupakan kelalaian kami, karena tidak mengkroscek buku hibah tersebut. Jadi tidak ada unsur kesengajaan untuk mencantumkan e-book ilegal di dalam website," jelasnya. 

Baca juga: Kembali Maju Pilkada Berau 2024, Sri Juniarsih Mas: Perempuan Jangan Dianggap Sebelah Mata

Pihaknya sangat menghargai setiap usaha dan dedikasi semua penulis curahkan dalam menciptakan karya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved