Berita Kaltim Terkini
Pokja 30 Bakal Rutinkan Diskusi Politik di Ruang Publik, Libatkan Masyarakat Hingga Paslon
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kalimantan Timur 2024 akan digelar di tiga kota dan tujuh kabupaten secara serentak
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kalimantan Timur 2024 akan digelar di tiga kota dan tujuh kabupaten secara serentak.
Mengingat banyaknya calon yang maju, kebutuhan publik terhadap informasi yang jelas dan mendalam tentang visi, misi, serta program kerja para calon sangat tinggi.
Namun, isu-isu mendasar terkait proses demokrasi juga menjadi perhatian penting.
Untuk menjawab kebutuhan ini, Pokja 30 Kaltim menggelar acara Ngobrol Pilkada Kalimantan Timur (Ngo-PiKaltim) seri kedua dengan tema "Adakah Netralitas dalam Pilkada Kalimantan Timur 2024?" yang berlangsung di Teras Samarinda, Jumat (4/10).
Koordinator Pokja 30, Buyung Marajo, menjelaskan bahwa acara ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat yang selama ini cenderung apatis terhadap pembahasan politik.
Baca juga: Elektabilitas Ahmad Luthfi vs Andika Perkasa, 4 Hasil Survei Pilkada Jateng 2024 Selisih Makin Tipis
Baca juga: Bawaslu Paser Mulai Awasi Pelanggaran Pilkada di Sosial Media
"Tujuannya adalah supaya obrolan politik menarik, karena selama ini pembahasan politik hanya sebatas di ruang-ruang tertutup dan diagendakan oleh penyelenggara. Makanya kita tarik diskusi ini ke ruang publik, supaya masyarakat tidak apatis dan partisipasi publik menjadi lebih berkualitas," ungkap Buyung.
Lebih lanjut, Buyung menekankan pentingnya menghadirkan suasana yang merakyat dan sederhana dalam setiap diskusi politik.
"Kami akan memutuskan gelaran ini dapat digelar di manapun ruang publik yang ada di Kota Samarinda, jadi tidak monoton.
Kemudian, ini juga sebagai upaya mengajak para calon kepala daerah agar turut terlibat. Kami memberikan mereka ruang dalam setiap diskusi dengan prinsip merakyat dan sederhana," tambahnya.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk calon petahana, Andi Harun, yang juga berkesempatan memberikan pernyataan terkait pentingnya kesadaran politik.
Andi Harun turut mengapresiasi Pokja 30 lantaran berkenan untuk memantik kesadaran berpolitik dan mengajak masyarakat menggunakan ruang publik secara cerdas menjelang Pilkada.
"Saya pasti mengapresiasi, karena ini hal menarik untuk memantik kesadaran berpolitik agar masyarakat memiliki preferensi yang baik dan benar dalam menentukan pilihan mereka nanti," ujarnya.
Andi Harun juga menekankan bahwa acara ini merupakan bentuk pengawasan terhadap pemilu agar berlangsung jujur, adil, dan berkualitas. Sebab itu ia berharap kegiatan ini dapat menghindari praktik politik yang negatif, seperti hoaks, politik uang, dan SARA.
"Kami berharap ruang ini diisi dengan parade gagasan rencana inovatif dari para calon kepala daerah di seluruh provinsi, sehingga masyarakat memiliki preferensi yang jauh lebih kuat," tambahnya.
Baca juga: Head to Head Airin-Ade vs Andra-Dimyati, Hasil Survei Pilkada Banten 2024, Sosok Cagub Terkuat
Terakhir, Andi Harun juga menekankan pentingnya bagi para calon kepala daerah untuk dapat membangun keyakinan di kalangan pemilih.
Sebab itu, ia menegaskan bahwa setiap para calon harus berperan penting dalam memperkuat kesadaran politik masyarakat.
“Supaya pemilih semakin cerdas dan terinformasi dalam memilih pemimpin yang tepat,” pungkasnya. (*)
| POPULER KALTIM: Aliansi Perjuangan Masyarakat Siap Demo Gubernur-DPRD, Jaringan Sabu 3 Kg Dibongkar |
|
|---|
| 5 Wilayah di Kaltim dengan Peserta BPJS Non PBI Paling Banyak 2025 |
|
|---|
| Panjat Tebing Diminta 3 Besar Nasional, FPTI Kaltim Tancap Gas Sejak Rakerprov |
|
|---|
| Ribuan Massa Aliansi akan Demo di DPRD dan Kantor Gubernur Kaltim, Polisi Berikan Sikap |
|
|---|
| Viral Surat Uang Transport Ormas, Kesbangpol Kaltim Pastikan Tidak Ada Pembagian Dana |
|
|---|
