Rabu, 15 April 2026

Sumpah Pemuda

Sejarah dan Pencetus Sumpah Pemuda yang Diperingati Sebagai Hari Nasional 28 Oktober

Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai momen bersejarah yang melambangkan semangat persatuan dan nasional

Editor: Dzakkyah Putri
Canva/TribunKaltim.co
HARI SUMPAH PEMUDA - Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai momen bersejarah yang melambangkan semangat persatuan dan nasionalisme. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai momen bersejarah yang melambangkan semangat persatuan dan nasionalisme.

Namun, tak banyak yang mengetahui perjalanan panjang yang melahirkan ikrar ini, serta peran penting tokoh-tokoh pemuda yang merumuskannya.

Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 menjadi titik balik perjuangan pemuda dari berbagai daerah dalam menyatukan tekad untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia

Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober bermula dari lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Pada hari itu, bangsa Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda untuk pertama kalinya.

Baca juga: Informasi, Penjelasan dan Sejarah Pencetus Sumpah Pemuda

Ikrar tersebut dibacakan pada puncak acara Kongres Pemuda II yang berlangsung selama dua hari, yakni 27-28 Oktober 1928.

Peserta dan Tokoh Perumus Sumpah Pemuda  

Kongres Pemuda II diselenggarakan di tiga lokasi berbeda: gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw (Rumah Indekos Kramat No. 106).

Sebelum kongres, dibentuk panitia dengan susunan sebagai berikut:

  • Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)
  • Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris: Mohammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
  • Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I: Johan Mahmud Tjaja (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III: R.C.L. Sendoek (Jong Celebes)
  • Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
  • Pembantu V: Mohammad Rochjani Su’ud (Pemoeda Kaoem Betawi)

Selain para tokoh tersebut, Kongres Pemuda II juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari berbagai organisasi pemuda.

Dalam rapat pertama yang berlangsung pada malam 27 Oktober 1928 di gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Sugondo Djojopuspito membuka acara dengan sambutan.

Mohammad Yamin kemudian memaparkan tentang pentingnya persatuan dan menyebut lima faktor yang dapat memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua digelar pada pagi hari tanggal 28 Oktober di gedung Oost Java Bioscoop, di mana Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro berbicara mengenai pentingnya pendidikan kebangsaan.

Pada malam hari, rapat ketiga dilaksanakan di Indonesische Clubgebouw, dengan Soenario, Ramelan, dan Theo Pengamanan sebagai pembicara.

Selama dua hari kongres, para perwakilan organisasi pemuda menyepakati butir-butir tentang tanah air dan kebangsaan yang kemudian diikrarkan sebagai Sumpah Pemuda.

Namun, silang pendapat masih terjadi soal persamaan bahasa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved