Pilkada Balikpapan 2024

Syukri Wahid Soroti Kelangkaan di Balikpapan, Usul Perusda Kelola Distribusi BBM dan LPG

Calon Wakil Walikota Balikpapan, Syukri Wahid, buka suara menyangkut isu antrean panjang dan kelangkaan bahan bakar minyak

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Calon Wakil Walikota Balikpapan nomor urut 3, Syukri Wahid menyoroti kelangkaan BBM bersubsidi di Balikpapan, diduga akibat kebocoran di hulu dan hilir. Ia mengusulkan Perusda mengelola distribusi BBM dan LPG untuk mengatasi masalah ini. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Calon Wakil Walikota Balikpapan, Syukri Wahid, buka suara menyangkut isu antrean panjang dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di kota Balikpapan.

Syukri menekankan bahwa masalah ini sudah lama menjadi keluhan warga, namun belum mendapat penyelesaian yang memadai.

Ia memaparkan analisis mendalam tentang penyebab kelangkaan BBM dan konsep solutif yang telah disiapkan oleh pasangan calon ini.

Menurutnya, masalah ini adalah masalah yang sangat serius dan memerlukan perhatian khusus dari pemerintah kota.

Syukri menjelaskan, sebelum merumuskan solusi, pemerintah harus menganalisis akar masalah, seperti dokter mendiagnosis pasien sebelum memberi perawatan.

Baca juga: 3 Pos Strategis Dijaga Ketat Satgas Preventif demi Pilkada Balikpapan 2024

Baca juga: Segini Besaran Honor Petugas Sortir Surat Suara untuk Pilkada Balikpapan 2024

Dalam konteks gejala kelangkaan BBM di Balikpapan, ia menjelaskan bahwa penyebab utamanya dapat dibagi menjadi beberapa faktor.

Salah satu yang paling menonjol adalah terbatasnya jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual BBM bersubsidi. 

"Dari rencana 17 SPBU, kini hanya 3-4 yang menjual BBM bersubsidi, itu pun dengan barcode. Kalau BBM bersubsidi tak dijual, larinya ke mana?" ujarnya, Minggu (13/10/2024). 

Syukri mempertanyakan kemana BBM yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat itu pergi, mengingat kuota BBM telah ditetapkan oleh DPR RI bersama Pertamina berdasarkan jumlah penduduk.

Ia juga menekankan bahwa faktor lainnya adalah jumlah SPBU yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi.

Selain penduduk lokal, Balikpapan juga menjadi tempat persinggahan kendaraan dari luar kota dan antarprovinsi, yang semakin menambah tekanan terhadap ketersediaan BBM.

Syukri menunjukkan bahwa dibandingkan dengan daerah lain di luar Jawa, Balikpapan menghadapi masalah antrean yang lebih parah.

Syukri menduga kebocoran BBM terjadi baik di tingkat hulu maupun hilir.

Di tingkat hulu, ia mencurigai adanya SPBU yang tidak menjual seluruh kuota BBM mereka kepada masyarakat, melainkan menjualnya ke pihak lain, termasuk industri. 

“Kebocoran di hulu lebih besar daripada di hilir. Kalau di hilir, kebocorannya terjadi ketika SPBU ada yang memodifikasi tabungnya sehingga bisa diisi banyak, lalu dijual ke Pertamini,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved