Rabu, 20 Mei 2026

Hari Santri Nasional 2024

35 Ucapan Hari Santri Nasional 2024, Lengkap Sejarah dan Tema yang Diusung Tahun Ini

Berikut ini kumpulan ucapan Hari Santri Nasional 2024, lengkap sejarah dan tema yang diusung tahun ini.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
(tribunmanado(ho)/freepik)
HARI SANTRI NASIONAL 2024 - Ilustrasi. Berikut ini kumpulan ucapan Hari Santri Nasional 2024, lengkap sejarah dan tema yang diusung tahun ini. 

Dengan digelarnya Hari Santri Nasional, seluruh masyarakat Indonesia diharapkan mampu mengingat, meneladani serta melanjutkan peran para ulama dan santri dalam mempertahankan NKRI.

Peringatan Hari Santri Nasional biasanya dilakukan di berbagai daerah dengan kegiatan zikir, shalawat, munajat, doa bersama, serta kegiatan lainnya.

Sejarah Hari Santri Nasional

Dikutip dari dki.kemenag.go.id, Hari Santri Nasional ditetapkan oleh pemerintah pertama kali melalui Keppres No.22/ 2015.

Keputusan penetapan Hari Santri ini merujuk pada resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya.

Resolusi jihad dilakukan untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA.

Hari santri ini tidak hanya merujuk pada komunitas tertentu, tetapi merujuk mereka yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat La ilaha illa Allah.

Penetapan Hari Santri Nasional ini dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan oleh para ulama.

Pengertian Santri

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan santri sebagai orang yang mendalami agama Islam.

Santri dimengerti sebagai orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang saleh.

Sejumlah karakter disematkan pada diri seorang santri, antara lain:

- Teosentrik, yakni sebuah nilai yang didasarkan pada pandangan bahwa suatu kejadian berasal, berproses, dan kembali kepada kebenaran Allah SWT.

- Sukarela, yakni yang tercermin dari kepasrahan seorang santri dalam belajar di pondok pesantren.

- Kearifan, yakni bersikap sabar, rendah hati, patuh pada ketentuan hukum agama, mampu mencapai tujuan tanpa merugikan orang lain, dan mendatangkan manfaat bagi kepentingan bersama.

Termasuk juga dalam menghormati perbedaan dan keberagaman.

- Kesederhanaan dan Kemandirian, ini juga karakter khas dari seorang santri yang tidak tinggi hati dan sombong walaupun berasal dari orang kaya atau keturunan bangsawan.

Pesantren yang serba terbatas dari fasilitas, berperan membentuk karakter kesederhanaan dan kemandirian ini. (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved