Berita Samarinda Terkini
PMII Tekankan Aktivis Harus Netral dan Dorong Edukasi Positif Kepada Masyarakat
Buchari Hassan, menilai bahwa kritik yang disampaikan oleh Akbar menunjukkan kecenderungan keberpihakan kepada salah satu paslon
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) turut menyoroti perkembangan dinamika politik menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024.
Terkhusus terkait pelaporan terhadap salah satu aktivis muda Kaltim, yakni AMA oleh tim kuasa hukum pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Rudy-Seno.
AMA dilaporkan atas kritik yang ia layangkan untuk paslon tersebut.
Mantan Ketua PMII Samarinda periode 2015-2017, Buchari Hassan, menilai bahwa kritik yang disampaikan oleh Akbar menunjukkan kecenderungan keberpihakan kepada salah satu paslon.
Baca juga: Plt Wali Kota Rusmadi Wongso Sambangi Kantor KPU Samarinda, Pastikan Kelancaran Pilkada 2024
"Apa yang disampaikan oleh Akbar (AMA) cenderung condong ke salah satu paslon dan mengkritik yang lain. Ini adalah tindakan yang tidak netral bagi seorang aktivis," ujar Buchari saat ditemui di Kantin Metro Universitas Mulawarman, Samarinda, Senin (21/10/2024) sore.
Buchari mengatakan seharusnya semua pihak menahan diri dan tidak menyebarkan narasi yang dapat memprovokasi serta merugikan paslon tertentu.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan dalam memberikan edukasi yang positif selama pilgub berlangsung, serta menghindari narasi provokatif yang dapat memperkeruh suasana.
"Kita harus bertaruh pada gagasan dan program yang ditawarkan oleh masing-masing paslon," ucapnya.
Buchari juga mengingatkan pentingnya melihat pilgub dengan perspektif yang jernih dan mempertimbangkan visi serta misi yang ditawarkan oleh para kandidat.
Pihaknya juga menyayangkan beberapa insiden yang muncul dan cenderung memprovokasi dengan narasi yang tidak konstruktif.
"Marilah bersama-sama melihat dinamika ini membawa dampak positif di perhelatan pilgub mendatang," serunya.
Buchari juga menanggapi sikap AMA yang memberikan kritik dan berujung pelaporan ke Polda Kaltim.
Menurutnya, sebagai seorang aktivis, kritik seharusnya tidak hanya ditujukan kepada satu paslon, melainkan kepada semua kandidat jika ingin bersikap netral.
"Selain itu, kritik harus disampaikan dengan cara yang edukatif dan sesuai dengan koridor, bukan hanya untuk memancing provokasi," tegas Buchari.
Ia juga menyoroti pentingnya para aktivis untuk jelas dalam menempatkan posisi mereka selama pilgub berlangsung.
"Banyak yang mengaku sebagai aktivis, namun bergerak layaknya bagian dari tim sukses. Aktivis yang sejati harus tetap menjaga netralitas dan memberikan edukasi yang membawa manfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Ia juga kembali menegaskan bahwa aktivis harus memberikan edukasi yang positif kepada masyarakat.
Dengan begitu masyarakat bisa tahu program, visi dan misi para paslon Pilgub Kaltim sehingga dapat memilih dengan bijak sesuai hati nurani.(*)
| Walikota Samarinda Andi Harun Pertanyakan Kebijakan Redistribusi JKN Pemprov Kaltim |
|
|---|
| Polresta Samarinda Pastikan Layanan SIM dan SKCK Tetap Normal Meski WFH |
|
|---|
| Samsat Malam Samarinda Square Kembali Beroperasi, Layanan Pajak Dibuka Hingga Malam |
|
|---|
| Meski WFH Diberlakukan, Samsat Samarinda Pastikan Layanan Pajak Kendaraan Tetap Beroperasi Normal |
|
|---|
| Uji Coba Insinerator Samarinda Masih Terbatas, Petugas Hadapi Tantangan Teknis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241022_Buchari-Hassan.jpg)