Sabtu, 11 April 2026

Berita Samarinda Terkini

PMII Tekankan Aktivis Harus Netral dan Dorong Edukasi Positif Kepada Masyarakat

Buchari Hassan, menilai bahwa kritik yang disampaikan oleh Akbar menunjukkan kecenderungan keberpihakan kepada salah satu paslon

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Nur Pratama
Tribunkaltim.co/Rita Lavenia
Mantan Ketua PMII 2015-2017 Buchari Hassan (kaos hijau) saat memberi tanggapan terkait kritik yang dilontarkan salah satu aktivis terhadap paslon di Pilgub Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) turut menyoroti perkembangan dinamika politik menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024.
 
Terkhusus terkait pelaporan terhadap salah satu aktivis muda Kaltim, yakni AMA oleh tim kuasa hukum pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Rudy-Seno.

AMA dilaporkan atas kritik yang ia layangkan untuk paslon tersebut.

Mantan Ketua PMII Samarinda periode 2015-2017, Buchari Hassan, menilai bahwa kritik yang disampaikan oleh Akbar menunjukkan kecenderungan keberpihakan kepada salah satu paslon.

Baca juga: Plt Wali Kota Rusmadi Wongso Sambangi Kantor KPU Samarinda, Pastikan Kelancaran Pilkada 2024

"Apa yang disampaikan oleh Akbar (AMA) cenderung condong ke salah satu paslon dan mengkritik yang lain. Ini adalah tindakan yang tidak netral bagi seorang aktivis," ujar Buchari saat ditemui di Kantin Metro Universitas Mulawarman, Samarinda, Senin (21/10/2024) sore.

Buchari mengatakan seharusnya semua pihak menahan diri dan tidak menyebarkan narasi yang dapat memprovokasi serta merugikan paslon tertentu.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan dalam memberikan edukasi yang positif selama pilgub berlangsung, serta menghindari narasi provokatif yang dapat memperkeruh suasana.

"Kita harus bertaruh pada gagasan dan program yang ditawarkan oleh masing-masing paslon," ucapnya.

Buchari juga mengingatkan pentingnya melihat pilgub dengan perspektif yang jernih dan mempertimbangkan visi serta misi yang ditawarkan oleh para kandidat.

Pihaknya juga menyayangkan beberapa insiden yang muncul dan cenderung memprovokasi dengan narasi yang tidak konstruktif.

"Marilah bersama-sama melihat dinamika ini membawa dampak positif di perhelatan pilgub mendatang," serunya.

Buchari juga menanggapi sikap AMA yang memberikan kritik dan berujung pelaporan ke Polda Kaltim.

Menurutnya, sebagai seorang aktivis, kritik seharusnya tidak hanya ditujukan kepada satu paslon, melainkan kepada semua kandidat jika ingin bersikap netral.

"Selain itu, kritik harus disampaikan dengan cara yang edukatif dan sesuai dengan koridor, bukan hanya untuk memancing provokasi," tegas Buchari.

Ia juga menyoroti pentingnya para aktivis untuk jelas dalam menempatkan posisi mereka selama pilgub berlangsung.

"Banyak yang mengaku sebagai aktivis, namun bergerak layaknya bagian dari tim sukses. Aktivis yang sejati harus tetap menjaga netralitas dan memberikan edukasi yang membawa manfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Ia juga kembali menegaskan bahwa aktivis harus memberikan edukasi yang positif kepada masyarakat.

Dengan begitu masyarakat bisa tahu program, visi dan misi para paslon Pilgub Kaltim sehingga dapat memilih dengan bijak sesuai hati nurani.(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved