Minggu, 3 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Dekanat yang Bekukan BEM FISIP Unair Soal Karangan Bunga Satir ke Prabowo-Gibran Cabut Keputusannya

Dekanat yang membekukan BEM Fisip Unair buntut karangan bunga satire untuk Prabowo-Gibran kini sudah mencabut keputusannya.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Kolase Twitter
Dekanat yang membekukan BEM Fisip Unair buntut karangan bunga satire untuk Prabowo-Gibran kini sudah mencabut keputusannya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dekanat membekukan BEM Fisip Unair buntut karangan bunga satire untuk Prabowo-Gibran kini sudah mencabut keputusannya.

Karangan bunga dengan ucapan yang satire untuk Prabowo-Gibran ini menjadi viral hingga berujung BEM Fisip Unair dibekukan setelah ada surat dari Dekanat, hingga sosok Bagong Suyanto disorot. 

Sebagai informasi, Selasa (22/10/2024), BEM FISIP Unair memasang karangan bunga untuk  memberi ucapan selamat atas pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Karangan bunga untuk Prabowo-Gibran itu berisi ucapan bernada satire, yakni: "Selamat atas dilantiknya jenderal bengis pelanggar HAM dan profesor IPK 2,5 sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi".

Baca juga: Profil Bagong Suyanto, Dekan yang Viral Bekukan BEM Fisip UNAIR Imbas Ucapan Satir ke Prabowo-Gibran

Kini, pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) resmi dicabut oleh Dekanat setelah polemik terkait karangan bunga satire untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Keputusan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi BEM FISIP Unair.

Latar Belakang Pembekuan

lihat fotoBEM Unair
BEM Unair

Pembekuan BEM FISIP Unair terjadi setelah pemasangan karangan bunga yang berisi ucapan selamat atas pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2024.

Karangan bunga tersebut mengandung kritik satire yang memicu reaksi dari pihak Dekanat.

Setelah pertemuan antara Presiden BEM FISIP dan Dekanat pada pukul 09:00 WIB, surat pembekuan resmi dicabut.

Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ullayyah, mengungkapkan harapannya agar mahasiswa dapat belajar menyampaikan kritik secara kreatif.

"Kami sudah merencanakan karya seni satire ini dua minggu sebelum pelantikan presiden," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, juga menanggapi situasi ini, menyatakan bahwa pembekuan organisasi mahasiswa tidak seharusnya menjadi respons terhadap kritik.

"Aspirasi mahasiswa harus dihormati dan ditanggapi dengan dialog," tegasnya.

Baca juga: BEM FISIP Unair Ungkap Alasan Pasang Karangan Bunga Satire untuk Prabowo-Gibran, Ada Kajian Ilmiah

Pertemuan dengan Dekanat

Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair) mengelar pertemuan terbatas dengan perwakilan pengurus BEM FISIP Unair,Senin (28/10/2024).

Dani Achmad Wiraharmana, Dirjen Kajian Strategis BEM FISIP mengungkapkan penetapan pembekuan BEM FISIP ini masih menjadi pertanyaan bagi pengurus BEM.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved