Pilkada Kutim 2024

Debat Pilkada Kutim 2024, Soal Pengelolaan Dana CSR, Kasmidi Bulang: Jangan Latah

Tanya jawab di debat Pilkada Kutim 2024 berlanjut, kali ini giliran calon bupati nomor urut 02, Mahyunadi melemparkan pertanyaan ke cabup 01, Kinsu.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Heriani AM
YouTube KPU Kutai Timur
Tanya jawab pasangan calon di debat Pilkada Kutim 2024. Tanya jawab di debat Pilkada Kutim 2024 berlanjut, kali ini giliran calon bupati nomor urut 02, Mahyunadi melemparkan pertanyaan ke cabup 01, Kinsu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tanya jawab di debat Pilkada Kutim 2024 berlanjut, kali ini giliran calon bupati nomor urut 02, Mahyunadi melemparkan pertanyaan ke cabup 01, Kinsu.

Mahyunadi bertanya ke Kinsu soal pengelolaan dana Corporate Social Responsibility yang nantinya akan jadi tanggung jawab wakil bupati.

"Wakil Bupati adalah ketua pengelolaan CSR. Bagaimana cara Anda mengelola CSR agar bisa dirasakan masyarakat Kutim?," tanya Mahyunadi.

Dengan lugas, Kinsu menjawab jika program CSR, pihaknya sudah punya program yang harus dilakukan.

"Pemerintah sudah punya komitmen dengan perusahaan tersebut sesuai dengan perjanjian yang ada," lanjut Kinsu.

Baca juga: Closing Statement Debat Pilkada Kutim 2024, Mahyunadi: Kami Tak Mau yang Penting Menang Dulu

Kasmidi menambahkan jika saat ini banyak pihak yang latah saat membicarakan CSR. Meski tidak menyebut jelas siapa pihak yang dimaksud.

"Kita terlalu latah membicarakan CSR. Memang CSR adalah kewajiban mutlak perusahaan untuk membina daerah ring 1 dia berada. Namun tidak aturan bahwa suatu perusahaan atau industri totalitas mematok angka. 

Tanya jawab pasangan calon di debat Pilkada Kutim 2024.
Tanya jawab pasangan calon di debat Pilkada Kutim 2024. (YouTube KPU Kutai Timur)

Selama ini, kadang, dengan melihat ada kompensasi 5 juta USD dari satu perusahaan, dianggap perusahaan lain juga sama. Padahal tidak ada yang mengikat," jelas Kasmidi Bulang.

Mahyunadi lantas menyanggah bahwa pertanyaannya hanya satu. Bagaimana cara mengelola dana CSR?

"Saya tidak menanyakan bagaimana mengetuk pintu CSR yang lain. Saya hanya menanyakan, yang 5 juta USD itu diapakan nanti jika H Kinsu jadi wakil bupati? Tidak usah melebar ke mana-mana.

Tata kelola CSR sekarang ini tidak tepat sasaran menurut saya. Bikin parit dan jalanan. APBD kita besar untuk itu. Harusnya CSR digunakan untuk program yang susah dilakukan dengan APBD. Misalnya, membantu UMKM, meningkatkan pendidikan non formal, meningkatkan daya tambah bagi masyarakat kita. Harusnya itu lebih baik dilakukan daripada membangun fisik," jelasnya.

Baca juga: Debat Pilkada Kutim 2024, Strategi Kasmidi-Kinsu soal Penerapan Manajemen Talenta ASN

Kasmidi lantas menjelaskan bagaimana pembagian dana CSR dan menegaskan jika dana tersebut dikelola dengan baik

"5 juta USD tidak semerta-merta dipegang forum CSR yang ditangani wakil bupati. Kita hanya 1,5 juta. 1.5 sisanya diperuntukan untuk ring 1. 2 juta lainnya dikelola oleh perusahaan. Inilah berkolaborasi. Makanya saya bilang, jangan terlalu latah dengan konsep CSR. Bahkan ada yang mengatakan, ini dimakan sendiri. Tidak. Kita diaudit kok," pungkasnya.

Untuk diketahui, debat perdana Pilkada Kutim 2024 ini mengangkat tema Transformasi Sumber Daya Manusia Nenuju Hilirisasi Sumber Daya Alam Kutai Timur yang Inklusif dan Berkesinambungan.

Dalam debat Pilkada Kutim 2024 malam ini, dua paslon Kasmidi Bulang-Kinsu vs Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi akan beradu visi misi, program kerja dan gagasan untuk pertama kalinya di panggung debat. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved