Rabu, 20 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Kapan La Nina akan Melanda Indonesia? Begini Penjelasan Lengkap dan Peringatan dari BMKG

Indonesia diprediksi akan terdampak pada perubahan iklim mulai September 2024 hingga tahun 2025 mendatang.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Tribun Cirebon
Indonesia diprediksi akan terdampak pada perubahan iklim mulai September 2024 hingga tahun 2025 mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia diprediksi akan terdampak pada perubahan iklim mulai September 2024 hingga tahun 2025 mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di atas rata-rata selama periode La Nina ini. 

Pada November 2024, banyak wilayah di Indonesia, terutama yang ada di barat dan tengah, akan mengalami hujan lebat.

Di beberapa wilayah seperti Jabodetabek, cuaca hujan merata diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, dengan intensitas yang bervariasi.

Pemkot Samarinda akan melakukan antisipasi dampak fenomena La Nina pada periode Oktober 2021 hingga Januari 2022. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Pemkot Samarinda melakukan antisipasi dampak fenomena La Nina pada periode Oktober 2021 hingga Januari 2022. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Apa itu La Nina?

La Nina merupakan fenomena iklim yang ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin di Samudra Pasifik, diperkirakan akan mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia pada akhir 2024 hingga awal 2025.

Baca juga: Terjawab Kapan Awal Musim Hujan 2024, BMKG: 38 Wilayah Indonesia Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Dikutip dari Kompas.com, Tjahjono Tri dalam buku Ensiklopedia Fenomena Alam Seri III (2024) menjelaskan, bahwa La Nina adalah fenomena menurunnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik.

La Nina menyebabkan pergeseran arus hangat dari Papua menuju Amerika, serta perubahan curah hujan di kawasan tersebut.

Ketika kawasan timur menjadi lebih lembap udaranya, wilayah barat akan mengalami kekeringan selama beberapa waktu.

Melansir dari situs BPBD Provinsi Jawa Timur, biasanya La Nina didahului dengan El Nino, namun, tidak selalu demikian.

Sama seperti El Nino, fenomena cuaca La Nina cenderung bervariasi. Frekuensi dan durasinya pun bisa berubah-ubah.

Dalam situs NOAA, dituliskan bahwa istilah La Nina berasal dari bahasa Spanyol, yang berarti gadis kecil. Fenomena ini juga sering disebut El Viejo atau anti-El Nino.

Baca juga: Gempa Lagi di Gunung Kidul Magnitudo 4.4, Pusat Gempa 2 Menit yang Lalu di Yogyakarta, Cek Info BMKG

Ketika La Nina terjadi, angin pasat akan lebih kuat dari biasanya. Angin inilah yang mendorong lebih banyak air hangat menuju perairan Asia.

Fenomena ini biasanya meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama pada musim hujan.

Saat La Nina terjadi, wilayah Indonesia mengalami peningkatan kelembapan dan suhu yang lebih rendah dari biasanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved