Kamis, 11 Juni 2026

Berita Paser Terkini

Disdikbud Paser Gelar Lokakarya Peningkatan SDM Bagi Lembaga Kebudayaan di Daerah

Kegiatan Lokakarya tersebut, diikuti pengurus Lembaga Adat Paser (LAP), perwakilan Laskar Adat Pertahanan Paser, Paser Bekerai dan Perhimpunan Bawe Pa

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Staf Ahli Bupati Paser Bidang Kesejahteraan Rakyat, Afra Nahetha mewakili Pjs Bupati Paser, M Syirajudin saat hadir dalam kegiatan Lokakarya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi lembaga kebudayaan di Paser pada 4 November lalu di Hotel Kryad Sadurengas. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser telah menggelar lokakarya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi lembaga kebudayaan di daerah. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada 4 November lalu di Hotel Kryad Sadurengas itu, menggandeng Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. 

Pada kegiatan Lokakarya tersebut, diikuti pengurus Lembaga Adat Paser (LAP), perwakilan Laskar Adat Pertahanan Paser, Paser Bekerai dan Perhimpunan Bawe Paser. 

Baca juga: Diskominfostaper Paser Beri Pembinaan dan Pelatihan Jurnalistik untuk KIM Desa Damit 

Staf Ahli Bupati Paser Bidang Kesejahteraan Rakyat, Afra Nahetha lokakarya yang dilakukan sebagai bentuk upaya pemerintah dalam menjaga dan melestarikan budaya sebagai identitas bangsa. 

"Budaya merupakan identitas dan jati diri suatu bangsa yang dapat membedakan bangsa satu dengan lainnya, ada ratusan bahkan ribuan budaya lokal di Indonesia yang tersatukan menjadi satu budaya nasional dalam bingkai bhineka tunggal ika," terang Afra, Rabu (6/11/2024). 

Menurutnya, budaya bukan hanya sekedar kesenian melainkan juga mencakup tata nilai, penggalian, pelestarian dan pengembangan.

"Kebudayaan Paser juga merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya, sehingga kita harus bersama-sama menjaga dan melestarikannya agar tidak tergerus oleh pengaruh modernisasi," imbuhnya. 

Afra beranggapan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan agar tetap eksis ditengah pengaruh budaya asing. 

Seperti halnya dengan mengumpulkan berbagai komunitas, menggalang lintas organisasi serta melakukan sosialisasi tentang pemahaman nilai-nilai budaya lokal. 

"Sehingga nantinya bisa diaktualisasikan seperti menampilkan tari-tarian khas adat Paser yang selama ini turut menghiasai setiap agenda acara baik formal maupun non formal," jelasnya. 

Ia beranggapan, nilai-nilai budaya Paser harus tetap eksis ditengah derasnya arus proses globalisasi dan justru pengaruh positif budaya luar seperti pendidikan, teknologi harus diserap oleh pemuda di daerah. 

"Sementara di lain pihak, kita bisa mensosialisasikan keunggulan budaya lokal dalam rangka memproteksi atau memfilter budaya asing yang negatif," urainya. 

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), dinilai memberi peluang besar bagi Kabupaten Paser untuk bisa mempromosikan budaya lokal yang dimiliki. 

"Jangan sampai pengaruh modernisasi dan kemajuan teknologi memusnahkan kebudayaan ini, semoga dengan lokakarya yang dilakukan semua bisa semakin memahami, mampu melestarikan dan meningkatkan eksistensi budaya Paser," harapnya. 

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Paser, Surpiani mengatakan dalam kegiatan lokakarya tersebut terdapat 4 langkah strategis dalam memajukan kebudayaan

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved