Pilkada Balikpapan 2024
Sa'bani-Syukri Tawarkan Solusi Atasi Stunting, Intensifkan Kunjungan Posyandu dan Insentif Kader
Debat kedua Pilkada Balikpapan 2024, Muhammad Sa'bani-Syukri tawarkan solusi atasi stunting, intensifkan kunjungan posyandu dan insentif kader.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Kota Balikpapan, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Muhammad Sa'bani dan Syukri Wahid, berkomitmen memperbaiki pelayanan kesehatan dan menekan angka stunting.
Dalam debat publik kedua Pilkada Balikpapan 2024, Sa'bani menegaskan, program kesehatan yang akan diterapkannya akan lebih mendekatkan tenaga kesehatan kepada masyarakat melalui posyandu.
“Yang pertama, tentu saja kita akan meningkatkan intensitas kunjungan tenaga kesehatan ke posyandu-posyandu. Tidak hanya sebulan sekali, tetapi kita upayakan satu minggu sekali. Kader-kader posyandu juga akan kita berikan insentif agar mereka lebih giat,” jelas Sa'bani, Kamis (7/11/2024).
Menurutnya, hal ini bertujuan untuk lebih cepat mendeteksi masalah kesehatan, khususnya yang berpotensi menimbulkan stunting.
Baca juga: Debat Pilkada Balikpapan: Sabani Janjikan Internet Gratis Tiap RT, Syukri: Pemimpin Jangan Baper
Ia menekankan pentingnya pemberian kecukupan gizi bagi warga yang mengalami stunting sebagai langkah awal pencegahan dan penanggulangan.
Lebih lanjut, Sa'bani menegaskan bahwa seluruh rumah sakit di Balikpapan akan bekerja sama dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat tanpa pandang bulu.
"Kita akan bekerja sama dengan seluruh rumah sakit di Balikpapan untuk bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya dan paripurna kepada seluruh masyarakat Balikpapan tanpa membedakan apakah mereka pasien BPJS, umum, atau asuransi lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, upaya ini adalah langkah penting untuk mencegah masalah gizi buruk atau penyakit lainnya yang dapat dideteksi sejak dini.
Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Balikpapan, Syukri Wahid memaparkan situasi terkini terkait peningkatan angka stunting di Balikpapan.
Ia mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan adanya sekitar 25.014 keluarga berisiko stunting (KRS), dengan angka stunting meningkat sebesar 2 prsen dari tahun lalu.
Syukri mengkritik program pemerintah saat ini yang dinilainya belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan stunting.
“Data tahun ini menunjukkan bahwa di Balikpapan angka stunting meningkat 2 persen dari tahun lalu. Hal ini membuktikan bahwa program pemerintah saat ini belum tepat sasaran dan tidak memberikan hasil yang langsung,” jelas Syukri.
Baca juga: Pemaparan Visi Misi di Debat Kedua Pilkada Balikpapan, Sabani Paparkan 6 Misi
Syukri juga menekankan pentingnya peran posyandu dan puskesmas sebagai ujung tombak dalam pencegahan stunting.
Posyandu harus mendapat perhatian khusus melalui alokasi insentif untuk tenaga kesehatan yang terlibat, sehingga mereka dapat lebih termotivasi dalam menganalisis dan mencegah stunting di tingkat dasar.
“Sumber daya manusia di posyandu menjadi sangat penting sebagai ujung tombak. Kita akan mengalokasikan insentif kepada tenaga posyandu karena mereka adalah garda depan dalam analisis dan pencegahan,” kata Syukri.
Selain itu, Syukri menjelaskan rencananya untuk mendirikan sekolah gizi atau klinik gizi di puskesmas-puskesmas.
Ia berharap melalui langkah ini, Balikpapan bisa lebih tanggap dalam mengatasi masalah stunting secara menyeluruh. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.