Pilkada Bontang 2024

Debat Pilkada Bontang 2024, Nasrullah Sindir Najirah dan Basri? Hebat Kemiskinan dan Pengangguran

Debat Pilkada Bontang 2024. Cawawali nomor urut 02, Nasrullah sebut Bontang hebat soal kemiskinan, pengangguran dan stunting.

YouTube KPU Bontang
Paslon nomor urut 2 Sutomo Jabir-Nasrullah di debat Pilkada Bontang 2024 - Debat Pilkada Bontang 2024. Cawawali nomor urut 02, Nasrullah sebut Bontang hebat soal kemiskinan, pengangguran dan stunting. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sindirian dilontarkan paslon nomor 02, Sutomo Jabir - Nasrullah kepada 2 calon petahana Pilkada Bontang 2024.

Adalah Basri Rase dan Najirah yang merupakan calon petahana di Pilkada Bontang 2024.

Cawawali nomor urut 02, Nasrullah mempertanyakan jargon hebat yang diusung Basri Rase dan Najirah saat memimpin Kota Bontang.

Pada faktanya, menurut Nasrullah Bontang hanya hebat soal kemiskinan, pengangguran dan stunting.

Baca juga: Debat Pilkada Bontang 2024, PAD Turun Kriminal Tinggi, Agus Haris vs Basri Rase: Hebat Dimananya?

Belum lagi soal pendapatan asli daerah (PAD) yang selalu menurun 2 tahun belakangan ini.

Hal itu diungkapkan Nasrulloh dalam Debat Pilkada Bontang 2024, Minggu (10/11/2024).

"Paslon nomor 3 bagian dari pemerintahan sekarang, dengan PAD yang selalu menurun dari kurun 2 tahun ini. Di Oktober baru Rp211 miliar, kemudian dengan jargon hebat dan beradab, tingkat pravelensi stunting 27 persen menurut SKI. Pengangguran terbanyak di Kaltim. Dimana hebat dan beradabnya?" bebernya.

Pasangan Sutomo Jabir itu, kembali mengkritisi jargon Bontang Juara yang dipakai paslon nomor urut 03, Najirah-Aswar. 

"Ketika nanti mengusung jargon juara. kapan juaranya? sementara hebat dan beradab, hanya hebat dengan kemisikinan dan pengangguran, stunting paling tinggi. Apa strategi ibu supaya menjadi juara?" ucapnya.

Cawali nomor urut 03, Najirah tak bisa mengelak pernyataan tentang PAD Bontang yang menurun dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini.

"Di dalam pemerintahan saat ini, dimana PAD kita kalau dibilang tak tinggi. Kami berusaha mengaktifkan atau memberikan (pemahaman) masyarkata untuk membayar pajak," ucapnya.

Baca juga: Debat Pilkada Bontang 2024, Masalah Korupsi, Najirah Sebut Pemimpin Harus Kelar dengan Dirinya

Sementara untuk persoalan stunting Najirah membeberkan dirinya saat menjabat telah melaksanakan 8 aksi konvergensi, mulai dari operasi timbang hingga pemberian makanan tambahan.

"Ke depan, salah satunya adalah harus jemput bola. Saat ini org tua belum sadar memeriksakan anaknya ke Posyandu. Ke depan kami akan datang bersama kader-kader posyandu," tuturnya.

Dalam akhir sesi tanya-jawab, Nasrullah menambahkan bahwa PAD Bontang bisa naik apabila warga tak banyak membeli di luar Bontang.

"Setiap minggu ada ribuan orang yang keluar daerah membeli di UMKM luaran. Sementara di sini membutuhkan kehidupan. Pemerataan ekonomi, ternyata semakin lesu. Itu dibuktikan dalam ucapan kepala badan pendapatan daerah,ekonomi sangat lesu. akibat apa? banayaknya penduduk membeli di luar daerah," bebernya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved