Pilkada Bontang 2024

Debat Pilkada Bontang 2024, PAD Turun Kriminal Tinggi, Agus Haris vs Basri Rase: Hebat Dimananya?

Debat Pilkada Bontang 2024. Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun dan kriminalitas tinggi. Cawawali nomor 04, Agus Haris bingung semakin hebat dimananya?

Kolase Tribun Kaltim
Debat Pilkada Bontang 2024. Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun dan kriminalitas tinggi. Cawawali nomor 04, Agus Haris bingung semakin hebat dimananya? 

TRIBUNKALTIM.CO - Sindiran tersaji antara Agus Haris dan Basri rase dalam Debat Pilkada Bontang 2024, Minggu (10/11/2024).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun dan kriminalitas tinggi jadi tamparan fakta yang dilontarkan cawawali nomor 04, Agus Haris kepada Cawali 01, Basri Rase di panggung Debat Pilkada Bontang 2024.

Cawawali Agus Haris melemparkan pertanyaan, semakin hebat dimananya pemerintah yang lalu, juga visi-misi Basri Rase yang dirumus pada Pilkada Bontang 2024.

Sindiran bermula saat Agus Haris menanyakan makna dari visi Basri Rase di Pilkada Bontang 2024, yang hendak membuat Bontang semakin hebat dan ramah.

"Seperti apa hebat dan ramah yang dimaksud?" tanya Agus Haris.

Baca juga: Debat Pilkada Bontang 2024, Masalah Korupsi, Najirah Sebut Pemimpin Harus Kelar dengan Dirinya

Dalam kesempatan menjawab, Basri Rase mengatakan pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan keramahan.

"Sehingga secara terbuka, masyarakat merasa dilayani baik. Prosesnya melalui aplikasi yang baik. Di kantor pemerintah seperti rumah sendiri. Ada fasilitas anak, disabilitas dan lansia. Benar-benar tempat itu sehat dan ramah," ujarnya.

Pada momen merespons jawaban Basri Rase, pasangan Neni Moerniaeni menyatakan bahwa hebat menurut mereka apabila tak ada lagi kemiskinan dan pengangguran di Bontang.

Serta meningkatnya PAD Kota Bontang, sebagai bukti kinerja pembangunan yang baik dari pemerintah.

Baca juga: Debat Pilkada Bontang 2024, Najirah-Aswar Andalkan Kartu Juara dan Program RT

Demikian juga dengan ramah government, bagaimana pelayanan dan kehadiran pemerintah juga menciptakan ruang ramah aman kepada anak dan perempuan. 

"Tetapi kenyataannya kemisikinan, pengangguran, kekerasan anak, KDRT dan kriminalitas tinggi. PAD dalam 3 tahun terlahir bukan naik, malah menurun. Semakin hebat dimananya yang dimaksud?" selorohnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved