Berita Mahulu Terkini
Hari Kesehatan Nasional 2024 di Mahakam Ulu, Stephanus Madang Tekankan Visi Indonesia Emas 2045
Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) mengadakan upacara di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, Kaltim
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) mengadakan upacara yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu, Stephanus Madang, di lapangan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa 12 November 2024.
Dengan tema "Gerak Bersama, Sehat Bersama", upacara ini dihadiri pejabat dan staf seluruh OPD, unsur TNI-POLRI, serta siswa SMP dan SMA di lingkungan Pemkab Mahulu.
Dalam amanatnya, Stephanus Madang menyampaikan pesan dari Menteri Kesehatan RI, menyoroti kemajuan Indonesia yang berhasil kembali ke kelompok negara berpendapatan menengah atas usai pandemi Covid-19.
Ia menekankan pentingnya momentum ini dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, serta peran sektor kesehatan dalam mencapai cita-cita nasional.
Baca juga: Hari Kesehatan Nasional 2024 di Kaltim, Akmal Malik Instruksikan Serius pada Kanker Serviks
"Keberhasilan Indonesia kembali ke kelompok upper middle-income country membuktikan bahwa bangsa kita adalah bangsa pejuang," katanya.
"Ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mengubah wajah Indonesia di masa depan," ucap Stephanus Madang.
Sekda Stephanus Madang juga menjelaskan bahwa periode bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia saat ini adalah kesempatan yang hanya terjadi sekali dalam sejarah, yang bisa dimanfaatkan untuk membawa Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.
"Untuk mencapai visi ini, mulai 2025 kita harus mendorong pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 hingga 7 persen secara berkelanjutan," tutur Stephanus Madang.
Menurutnya, target ini menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2045.
Beberapa tujuan utama yang harus dicapai di antaranya adalah peningkatan pendapatan per kapita, pengurangan kemiskinan, dan penurunan ketimpangan.
Baca juga: Kasus Penyakit Tuberkulosis di Balikpapan Tinggi, Alwiati Beber Penyebab dan Pemicunya
"RPJPN 2045 bertujuan agar pendapatan per kapita kita setara dengan negara maju dan tingkat kemiskinan mendekati nol," jelasnya.
Ia juga menyebutkan target peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) untuk mencapai Net Zero Emissions.
"Kita ingin Indonesia tidak hanya sejahtera, tetapi juga berdaya saing di dunia internasional," ujarnya penuh optimisme.
Ia menekankan bahwa sektor kesehatan memiliki peran penting dalam mencapai target-target ini, bersama dengan sektor lainnya.
Menurut Stephanus Madang, kesehatan adalah pondasi bagi masyarakat produktif yang berdaya saing global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241114_Mahakam-Ulu-Ingin-Indonesia-Emas-20245.jpg)