Pilkada Bontang 2024

6 Hari Menuju Pilkada Bontang, Ribuan Personel Amankan TPS di 15 Kelurahan

Di sisi lain, Munawwar juga menekankan dari Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di sebanyak 134.567 orang

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
PENGAMANAN PILKADA BONTANG - Pj Walikota Bontang, Munawwar memastikan persiapan pengamanan TPS, jelang Pilkada Bontang, dalam kegiatan apel penyerahan petugas pengamanan TPS ke Polres Bontang pada Jumat (22/11/2024). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Menjelang Pilkada serentak pada 27 November 2024, persiapan di Kota Bontang semakin dimatangkan, terutama dalam hal pengamanan. 

Sebanyak 1.217 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, BPBD dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) akan dikerahkan untuk menjaga keamanan di 277 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 15 kelurahan.

Pjs Walikota Bontang, Munawwar, menegaskan hingga saat ini koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi memastikan kondusivitas. 

Ia mengungkapkan, tim keamanan telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi rawan konflik, dan jika terjadi situasi genting, penambahan personel akan segera dilakukan. 

Baca juga: Debat Pilkada Bontang 2024, Visi Besar Paslon Najirah-Aswar Bangkitkan Maritim

Meski demikian Munawwar tidak membeberkan detail wilayah mana yang dimaksud.

"Yang jelas, kami ingin memastikan bahwa pesta demokrasi berjalan lancar tanpa gangguan," ujarnya kepada Tribunkaltim, Jumat (22/11/2024).

Di sisi lain, Munawwar juga menekankan dari Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di sebanyak 134.567 orang, ada proyeksi tambahan sekitar 1.193 pemilih pemula. 

Pemerintah juga bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memastikan perekaman data berjalan optimal.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada Bontang 2024 Melibatkan TAPPD, Gakkumdu Bersikap

Di akhir, Munawwar menekankan pada 27 November seluruh pemilih bisa menyalurkan hak suaranya dan momentum pilkada ini jaga agar tetap berjalan lancar dan damai.

"Perbedaan pilihan adalah hal biasa. Stabilitas keamanan adalah amanah yang harus dijaga demi keberlanjutan investasi dan pembangunan di kota ini," pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved