Kamis, 21 Mei 2026

Ibu Kota Negara

KSAL Sebut Posisi IKN Kaltim Rentan Terhadap Berbagai Ancaman

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan bahwa posisi IKN Kaltim strategsi, sekaligus rentan terhadap berbagai ancaman.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO/HO
ANCAMAN IKN KALTIM – Anggota DPRD Kaltim berharap pemerintahan baru bisa tetap melanjutkan megaproyek IKN tanpa membebankan anggaran ke daerah penyangga.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIm.CO - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan bahwa posisi IKN Kaltim strategsi, sekaligus rentan terhadap berbagai ancaman. 

KSAL menekankan pentingnya kebijakan dan strategi yang tepat dalam sistem pertahanan laut di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Hal ini disampaikan mengingat tantangan dan tugas pertahanan laut Indonesia yang semakin kompleks ke depan.

"Tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks, sehingga perlu kebijakan dan strategi yang tepat dalam mengimplementasikan sistem pertahanan laut di IKN," kata Laksamana TNI Muhammad Ali dalam keterangannya pada Selasa (19/11/2024).

Baca juga: Nasib IKN di Kaltim, Sampai Hari Ini Jakarta Masih Menjadi Ibu Kota Indonesia

Pernyataan tersebut disampaikan Ali dalam kuliah umum bagi Pasis Dikreg LII Sesko TNI TA. 2024, yang mengangkat tema “Peran Strategis TNI Angkatan Laut dalam Menjaga Keamanan Maritim di Wilayah IKN: Kontribusi dan Sinergi”, di Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), Bandung, Jawa Barat, pada Senin (18/11/2024). 

Ali menjelaskan bahwa perang terus berevolusi seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Saat ini, evolusi perang telah memasuki generasi ke-VI, yang ditandai dengan penggunaan jaringan informasi yang saling terhubung, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serangan siber, perang hibrida, serta kaburnya batas antara militer dan sipil, termasuk operasi psikologis.

Ia juga mengingatkan bahwa ancaman maritim di Indonesia memiliki dimensi yang sangat luas, terutama sebagai negara kepulauan dengan wilayah dominan berupa perairan.

Ancaman maritim ini dapat digolongkan ke dalam tiga kategori: Ancaman Militer, Nir Militer, dan Hibrida.

“Dari perspektif Geostrategis, IKN sendiri berada pada posisi yang strategis, yaitu di antara Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan ALKI II. Namun, posisi ini juga mengandung kerentanan terhadap berbagai ancaman," ungkap KSAL.

"Untuk itu dibutuhkan strategi pertahanan yang tepat untuk menangkal berbagai ancaman yang ada," kata dia.

KSAL menegaskan, pertahanan negara harus mampu melindungi kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dengan menerapkan Smart Defense.

ANCAMAN IKN KALTIM - Wujud Istana Negara dan Istana Garuda di IKN Nusantara, Kalimantan Timur..
ANCAMAN IKN KALTIM - Wujud Istana Negara dan Istana Garuda di IKN Nusantara, Kalimantan Timur.. (Instagram @ikn_id)

Smart Defense adalah kolaborasi bentuk pertahanan yang berbasis teknologi modern, serta penerapan diplomasi dan kearifan lokal.

Smart Defense terintegrasi sebagai implementasi dari strategi pertahanan laut nusantara yang bersifat semesta, melibatkan seluruh komponen bangsa dan sumber daya nasional.

Baca juga: Menteri Era Presiden Prabowo Subianto Lebih Banyak, Berpengaruh pada Rumah Dinas di IKN

“Oleh sebab itu, saya meyakini bahwa interoperabilitas dan sinergisitas adalah kunci penting dalam pembangunan kekuatan pertahanan dan keamanan yang tangguh, baik di darat, di laut, maupun di udara," ujar KSAL, seperti dilansir Kompas.com

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved