Sabtu, 25 April 2026

Berita Bontang Terkini

Sampah Plastik di Bontang Lestari Diolah Jadi Batako, Basri Rase: Ini Peluang Ekonomi Baru

Sampah plastik di TPA Bontang Lestari diolah jadi batako, Wali Kota Basri Rase sebut sebagai peluang ekonomi baru.

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Diah Anggraeni
Tribunkaltim.co/Muhammad Ridwan
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat meninjau alat baru pengelolaan sampah menjadi batako di TPA Bontang Lestari, Minggu (24/11/2024). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG –  Basri Rase turun meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari pada Minggu (24/11/2024) siang usai cuti Pilkada Bontang 2024.

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Heru Triatmojo, Basri Rase meninjau operas alat pengolahan sampah plastik terbaru.

Teknologi ini mampu melebur sampah pada suhu 1.000 derajat celsius tanpa bahan bakar dan menghasilkan abu dalam jumlah sangat kecil.

“Kemarin, kami uji coba lima truk sampah plastik. Hasilnya, abunya tidak sampai satu kilogram. Sampah yang dulu dianggap tidak berguna, kini bisa menjadi sumber daya yang menggerakkan ekonomi,” ujar Basri Rase.

Baca juga: Cuti Kampanye Berakhir, Basri Rase dan Najirah Kembali Jabat Walikota dan Wakil Walikota Bontang

Limbah plastik diolah menjadi produk bernilai jual, seperti batako.

Ia mengungkapkan bahwa sampah tak lagi menjadi masalah, melainkan peluang.

Hal ini merupakan visi Kota Bontang, yakni mengarahkan pengelolaan limbah menjadi sumber ekonomi baru sekaligus solusi lingkungan.

“Sampah plastik yang tidak memiliki nilai, kini bisa diolah menjadi batako yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” tambahnya.

Selain alat pemusnah sampah, Pemkot Bontang juga memanfaatkan metode pencacahan dan pengepresan plastik untuk dijual kembali. 

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan ekonomi hijau yang ingin memanfaatkan limbah sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT), termasuk pengelolaan gas metana dari sampah organik.

Baca juga: Debat Pilkada Bontang 2024, Basri Rase Beber 3 Strategi Tarik Investasi Berkelanjutan ke Najirah

Berubah Jadi Peluang

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, kota ini menghasilkan 106 ton sampah setiap hari, dengan 75 ton di antaranya masuk ke TPA. 

Namun, melalui TPS 3R dan teknologi baru, beban sampah berhasil berkurang hingga 31 ton.

Dengan alat baru berkapasitas 10 ton per hari, Basri optimistis volume sampah yang terbuang akan terus menurun, sambil menghasilkan produk-produk bernilai ekonomi.

“Sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi tanggung jawab bersama. Ini adalah langkah besar agar sampah menjadi berkah, bukan beban,” tegasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved