Berita Mahulu Terkini
Mahakam Ulu di Beranda NKRI, Agustinus Teguh Santoso: Menanti Perhatian Lebih
Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang baru berusia 11 tahun, diibaratkan sebagai anak bungsu.
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang baru berusia 11 tahun, diibaratkan sebagai anak bungsu Provinsi Kalimantan Timur.
Demikian dibeberkan oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Mahulu, Agustinus Teguh Santoso kepada TribunKaltim.co pada Selasa (2/12/2024).
Namun, status ini, membawa harapan besar dari pemerintah daerah agar perhatian terhadap Mahulu meningkat, terutama di era Gubernur Kaltim yang baru.
Asisten I Pemerintah Kabupaten Mahulu, Agustinus Teguh Santoso, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya Mahulu dalam konteks nasional.
Baca juga: Rayakan Hari Jadi Ke-11, Pemkab Mahulu Gelar Panggung Syukur, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat
“Semoga dengan adanya Pak Gubernur baru, insya Allah ya, itu moga-moga lebih perhatian kepada Mahulu, kepada anak bungsu provinsi Kalimantan Timur ya, yang istilahnya usianya masih 11 tahun,” kata Agustinus Teguh Santoso saat ditemui TribunKaltim.co, Senin (2/12/2024).
Sebagai kabupaten termuda di Kaltim, Mahulu memiliki posisi strategis.
Ia berbatasan langsung dengan negara tetangga, yang menjadikannya bagian penting dari kedaulatan Indonesia.
"Hendaknya bisa diberikan perhatian yang lebih, karena sekali lagi sebagai anak bungsu tetapi kita memiliki keistimewaan, kita mempunyai daerah perbatasan daratan dengan negara lain," tutur Agustinus Teguh Santoso.
Ia juga menegaskan bahwa wilayah perbatasan harus diperlakukan istimewa sebagai wajah NKRI.
“Bukan main-main loh ya, ini dengan negara lain, di mana secara nasional kita sepakat daerah perbatasan dengan negara lain, itu menjadi beranda ya, menjadi ruang depan wajah daripada NKRI," ucap Agustinus Teguh Santoso.
Ia pun memberikan analogi menarik untuk menegaskan pentingnya Mahulu.
Baca juga: Cara Pemkab Mahulu untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Warga di Mahakam Ulu Kaltim
“Namanya wajah, itu kan bagian awal yang dirias toh, bukan pantat, bukan kaki, bukan tangan, tetapi wajah. Nah, makanya selalu dikatakan kita itu beranda, kita itu wajah ya, dari negara,” ungkap Agustinus Teguh Santoso.
Harapan besar kini bertumpu pada pemerintah provinsi untuk memberikan perhatian lebih kepada Mahakam Ulu.
Dengan segala potensinya, Mahakam Ulu siap memainkan perannya sebagai wajah NKRI yang mewakili kedaulatan Indonesia di perbatasan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241202_Pemkab-Mahulu-di-2024.jpg)