Berita Samarinda Terkini
Strategi Walikota Andi Harun Atas Pelayanan Air Bersih Samarinda hingga Tahun 2029
Pemerintah Kota Samarinda terus berupaya memenuhi sisa 23 persen kebutuhan air bersih yang belum terpenuhi
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya memenuhi sisa 23 persen kebutuhan air bersih yang belum terpenuhi di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Hal ini dipastikan oleh Walikota Samarinda, Andi Harun, yang menargetkan akses air bersih 100 persen dapat dicapai pada periode 2025-2029.
Tentu saja ini melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan penguatan jaringan perpipaan di Kota Samarinda.
Walikota Andi Harun mengatakan, setidaknya hal ini telah menjadi sorotannya sejak masa cuti kampanyenya berakhir dengan mengarahkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Samarinda untuk menyusun business plan terkait upaya tersebut.
Baca juga: Penyesuaian Tarif Air Bersih Perumda Tirta Mahakam Sumbang PAD Positif untuk Kukar
“Saya sudah memberikan arahan agar Perumdam, dan rencana tersebut telah dipaparkan,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, menurutnya harus melalui pembangunan IPA yang baik.
Saat ini, kapasitas produksi air bersih di Samarinda masih berkisar 2.500 hingga 2.700 liter per detik.
Untuk mencapai target 5.500 liter per detik pada tahun 2029, diperlukan tambahan sekitar 3.000 liter per detik selama lima tahun ke depan.
Kota Samarinda memiliki potensi air baku yang melimpah, berbeda dengan daerah lain.
Baca juga: BUMDes Margahayu Kukar, Sulap Kolam Bekas Tambang jadi Sumber Air Bersih
Namun, mengubah air baku menjadi air bersih memerlukan proses, dan proses itu dilakukan melalui pembangunan IPA.
"Selain IPA, kita juga harus membangun jaringan perpipaan, baik primer maupun sekunder," papar Walikota Andi Harun.
Dalam perhitungan awal, pembangunan IPA dan infrastruktur penunjang membutuhkan anggaran lebih dari Rp 2 triliun.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Wali Kota Andi Harun optimis target tersebut dapat dicapai melalui berbagai kolaborasi.
"Selama ada kolaborasi pembiayaan antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat, kami optimis," tuturnya.
Meski optimis, Walikota Andi Harun menegaskan perlunya menyiapkan skenario cadangan (Plan B) jika bantuan keuangan dari provinsi atau pusat tidak terealisasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241217_Strategi-Andi-Harun-untuk-Air-Bersih-Samarinda.jpg)