Liga Italia
Pelatih yang Dipecat Gara-gara Timnas Indonesia Segera Tangani AC Milan
Mantan Pelatih Timnas Arab Saudi, Roberto Mancini, menjadi kandidat kuat pelatih baru AC Milan.
TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Pelatih Timnas Arab Saudi, Roberto Mancini, menjadi kandidat kuat pelatih baru AC Milan.
Roberto Mancini sendiri berstatus sebagai pelatih yang dipecat Arab Saudi, kini berpeluang besar menggantikan Paulo Fonseca di AC Milan.
Hal ini diungkapkan mantan pemain AC Milan, Alberico Evani.
Ia telah mengusulkan agar Roberto Mancini diangkap menjadi pengganti Paulo Fonseca sebagai pelatih kepala.
Baca juga: 3 Pemain AC Milan Diperpanjang Kontraknya, Ada Gelandang Berdarah Indonesia Tijjani Reijnders?
Baca juga: Update Transfer Liga Italia, AC Milan Buru Tanda Tangan Luis Diaz
Posisi Fonseca telah menjadi bahan sorotan berulang kali musim ini, terutama karena performa buruk tim yang terus berlanjut di Liga Italia.
Setelah hasil imbang dengan Genoa dan kekalahan dari Atalanta, Rossoneri telah jatuh ke posisi delapan di klasemen Liga Italia.
Terdapat berbagai skenario potensial, mulai dari yang realistis hingga yang aspiratif, dan Evani telah mengajukan proposal lain.
Dalam sebuah wawancara dengan Radio Anch'io lo Sport, ia mendiskusikan kemungkinan Mancini, yang sebelumnya menangani Inter Milan dan Timnas Italia, untuk mengambil alih kendali AC Milan setelah kepergiannya dari jabatannya di Arab Saudi.
Baca juga: Paulo Fonseca di Ambang Pemecatan, 5 Nama Tenar Mencuat Jadi Pelatih Baru AC Milan
Patut dicatat bahwa Evani pernah menjadi asistennya di tim nasional Italia.
“Riwayat hidupnya merupakan bukti kualifikasi Roberto, karena menunjukkan pengalamannya melatih tim-tim elite.”
"Ia memiliki pengalaman yang cukup banyak."
"Saya memiliki kesempatan untuk bermain bersamanya, dan ia menunjukkan karakter yang khas."
Baca juga: Update Transfer AC Milan: Jual Rafael Leao, Rossoneri Datangkan Winger Liverpool
"Sebagai seorang pelatih, ia telah menunjukkan kemampuan untuk menumbuhkan semangat tim, yang ia yakini saat ini masih kurang dalam skuat AC Milan."
Selain itu, ia juga mengomentari peran Ibrahimovic, dengan menyatakan bahwa Ibra tidak cocok untuk peran sebagai direktur.
Ia mengakui bahwa Ibrahimovic telah mengalami kesulitan dan, meskipun ia cerdas dan memiliki kepribadian yang kuat, ia perlu mengubah mentalitas dan pendekatannya.
