Berita Pemprov Kaltim
Sekda Kaltim Sebut Kebijakan TKD 2025 untuk Pemerataan Pembangunan
Sri Wahyuni menegaskan kebijakan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025, diarahkan untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi fiskal
Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menegaskan kebijakan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025, diarahkan untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi fiskal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mendukung pemerataan pembangunan.
“Langkah ini juga bertujuan menciptakan kegiatan ekonomi baru yang berkelanjutan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan di tingkat lokal,” kata Sri Wahyuni mewakili Penjabat Gubernur Kaltim menyerahkan secara digital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 Provinsi Kalimantan Timur, serta penyerahan bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kaltim kepada pemerintah kabupaten kota se-Kaltim di Pendopo Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (17/12/2024).
Kebijakan TKD tahun 2025, lanjut Sri Wahyuni, Presiden Prabowo mengarahkan, pengembangan dan pembangunan serta ekonomi baru di daerah, serta mendorong pemerataan dan kesejahteraan, perbaikan kualitas belanja APBD serta pengembangan pembiayaan inovatif.
“Presiden Prabowo menegaskan strategi nasional yang akan kita jalankan peningkatan efisiensi, penghematan di semua bidang dan pengurangan pemborosan, dan pemerintah harus bekerja keras untuk memastikan tidak ada kebocoran anggaran di setiap tingkatan baik pusat maupun di daerah,” tegasnya.
Baca juga: Sekda Sri Wahyuni Luncurkan 186 Acara Pariwisata Kalimantan Timur 2025
Baca juga: Sekda Kaltim Sri Wahyuni Beri Catatan Pelayanan Publik Harus Berkualitas
Selain itu, sambung Sri Wahyuni pemerintah mendorong transformasi ekonomi yang salah satunya melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, program makan bergizi gratis untuk meningkatkan gizi anak sekolah, memberdayakan UMKM dan ekonomi kerakyatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Peningkatan gizi anak sekolah akan mewujudkan SDM sehat dan produktif, sehingga akan meningkatkan produktivitas, daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Sri Wahyuni. (mar/sul/ky/adv)
| DPPKUKM Kaltim Optimalkan 1.037 Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Lokal |
|
|---|
| Nyawa Bocah Melayang di Kolam Tambang Ilegal Samarinda, ESDM Kaltim Angkat Kasus ke Kementerian |
|
|---|
| DPKH Kaltim Percepat Akreditasi Lembaga Pemeriksa, Jamin Produk Halal |
|
|---|
| Biro Umum Setdaprov Kaltim Kejar 2 Mobil Dinas yang Masih Dikuasai Pensiunan |
|
|---|
| Kotoran Sapi Jadi Solusi Energi, Warga Kaltim Bisa 'Pensiun' dari LPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/22122024__ransfer_ke_Daerah_TKD_tahun_2025jpeg.jpg)