Rabu, 29 April 2026

Berita Pemprov Kaltim

Sekda Kaltim Sebut Kebijakan TKD 2025 untuk Pemerataan Pembangunan 

Sri Wahyuni menegaskan kebijakan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025, diarahkan untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi fiskal

Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Samir Paturusi
HO HMS
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menegaskan kebijakan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025, diarahkan untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi fiskal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mendukung pemerataan pembangunan.

“Langkah ini juga bertujuan menciptakan kegiatan ekonomi baru  yang berkelanjutan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan di tingkat lokal,” kata Sri Wahyuni mewakili Penjabat Gubernur Kaltim   menyerahkan secara digital   Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke  Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025  Provinsi Kalimantan Timur, serta penyerahan bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kaltim kepada pemerintah kabupaten kota se-Kaltim di  Pendopo Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (17/12/2024).

Kebijakan TKD tahun 2025, lanjut Sri Wahyuni, Presiden Prabowo mengarahkan, pengembangan dan pembangunan serta  ekonomi baru di daerah, serta mendorong pemerataan dan kesejahteraan, perbaikan kualitas belanja APBD serta pengembangan pembiayaan inovatif. 

“Presiden Prabowo menegaskan strategi nasional yang akan kita jalankan  peningkatan efisiensi, penghematan di semua bidang dan pengurangan pemborosan, dan pemerintah harus bekerja keras untuk memastikan tidak ada kebocoran anggaran di setiap tingkatan baik pusat maupun di daerah,” tegasnya.

Baca juga: Sekda Sri Wahyuni Luncurkan 186 Acara Pariwisata Kalimantan Timur 2025

Baca juga: Sekda Kaltim Sri Wahyuni Beri Catatan Pelayanan Publik Harus Berkualitas 

Selain itu, sambung Sri Wahyuni pemerintah mendorong transformasi ekonomi yang salah satunya melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, program makan bergizi gratis untuk meningkatkan gizi anak sekolah,  memberdayakan UMKM dan ekonomi kerakyatan, serta  mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Peningkatan gizi anak sekolah akan mewujudkan SDM sehat dan produktif, sehingga akan meningkatkan produktivitas, daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Sri Wahyuni. (mar/sul/ky/adv)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved