Berita Nasional Terkini

Respons Hasto soal Jadi Tersangka KPK, Singgung Ambisi 3 Periode dan Penjara Bagian dari Pengorbanan

Respons Hasto soal jadi tersangka KPK, singgung ambisi 3 periode dan penjara bagian dari pengorbanan.

Dokumentasi PDI-P
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto saat mengisi Kuliah Umum dengan tema Wawasan Kebangsaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN), Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (9/10/2024). Respons Hasto soal jadi tersangka KPK, singgung ambisi 3 periode dan penjara bagian dari pengorbanan. 

TRIBUNKALTIM.CO – Respons Hasto soal jadi tersangka KPK, singgung ambisi 3 periode dan penjara bagian dari pengorbanan.

PDIP dan Hasto Kristiyanto menghormati keputusan KPK menetapkan Sekjen PDIP itu sebagai tersangka.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyampaikan sikapnya setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Baca juga: Penetapan Tersangka Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP: Seluruh Kader PDIP Memasuki Tahap Bab 9

Diketahui KPK menetapkan Hasto sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 serta perintangan penyidikan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan, Hasto bersama orang kepercayaannya diduga menerima suap dari mantan calon legislatif PDI-P Harun Masiku untuk eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Surat perintah penyidikan (Sprindik) penetapan tersangka Hasto diterbitkan dengan nomor Sprin.Dik/153/DIK.00/01/12/2024 tertanggal 23 Desember 2024.

Hormati KPK

Dalam pernyataannya, Hasto menegaskan bahwa dia dan PDI-P menghormati keputusan lembaga antirasuah yang menetapkannya sebagai tersangka.

“Setelah penetapan saya sebagai tersangka oleh KPK, maka sikap dari PDI Perjuangan adalah menghormati keputusan dari KPK. Kami adalah warga negara yang taat hukum. PDI Perjuangan adalah partai yang menjunjung tinggi supremasi hukum,” ujar Hasto dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (27/12/2024).

Hasto mengaku sudah memahami berbagai risiko yang akan dihadapinya dalam perjuangan politik, terutama ketika mengkritik kekuasaan yang dinilai merusak sistem demokrasi.

Menurut Hasto, demokrasi harus ditegakkan tanpa intimidasi.

Sementara, kedaulatan rakyat tidak boleh dikebiri oleh kekuasaan yang otoriter.

“Sejak awal ketika saya mengkritisi bagaimana demokrasi harus ditegakkan, bagaimana suara rakyat tidak bisa dikebiri, bagaimana negara hukum tidak bisa dimatikan, dan bagaimana mata kekuasaan yang otoriter, yang menindas rakyatnya sendiri harus dihentikan, saya sudah memahami berbagai risiko-risiko yang akan saya hadapi,” tutur Hasto.

Baca juga: Langkah KPK Cegah Hasto Kristiyanto dan Yasonna Laoly ke Luar Negeri Dinilai Sudah Tepat

Penjara bagian pengorbanan

Hasto juga mengatakan bahwa dirinya meneladani perjuangan Bung Karno, terutama terkait keberanian untuk menghadapi konsekuensi dari perjuangan politik.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved