Berita Bontang Terkini

Banjir Masih Jadi PR, PUPR Bontang Prioritaskan Penurapan Sungai Guntung Sepanjang 5,1 Kilometer

Hingga kini, sekitar 50 persen sungai di wilayah ini belum terturap, membuat penanganannya terus menjadi prioritas

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung Briptu Hardiansyah, memantau kondisi banjir yang melanda wilayahnya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Penanganan banjir di Bontang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan kedepan.

Hingga kini, sekitar 50 persen sungai di wilayah ini belum terturap, membuat penanganannya terus menjadi prioritas.

Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, mengatakan dua sungai utama yang belum terturap adalah Sungai Bontang sepanjang 6,9 kilometer dan Sungai Guntung sepanjang 5,1 kilometer.

“Dari total panjang Sungai Bontang, baru 6,6 kilometer yang terturap, Sementara di Guntung lebih sedikit, baru 2,1 kilometer,” ujar Edi kepada Tribunkaltim, Minggu (29/12/2024).

Baca juga: Neni Moerniaeni Ingin Sulap Waduk Kanaan Jadi Solusi Penangan Banjir dan Ikon Wisata Baru Bontang

Edi menyebutkan, penurapan sungai menjadi kunci utama dalam menanggulangi banjir di Bontang. Namun, keterbatasan anggaran dan prioritas proyek membuat pengerjaannya dilakukan secara bertahap.

“Untuk Sungai Guntung, masih banyak yang belum terturap. Itu akan jadi prioritas kami tahun depan,” tambahnya.

Edi menjelaskan pada tahun ini, Pemkot Bontang telah mengalokasikan Rp50 miliar untuk tiga proyek besar pembangunan turap. 

Salah satunya berada di RT 39-40 Kelurahan Api-Api dengan nilai Rp17,3 miliar. Dua proyek lainnya berada di RT 34 dan RT 14, masing-masing senilai Rp18,9 miliar dan Rp15 miliar.

Edi memastikan proyek-proyek tersebut akan selesai sesuai jadwal. “Kami optimis semua pekerjaan besar ini rampung tahun ini,” katanya.

Rencana Tahun 2025

Untuk tahun depan, Dinas PUPR telah mengusulkan penurapan tambahan sepanjang 1,3 kilometer. Namun, Edi mengaku anggaran untuk proyek tersebut masih menunggu pembahasan APBD 2025.

“Kami sudah siapkan rencana penurapan, tetapi anggarannya masih dalam pembahasan. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut,” pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved