Jumat, 5 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

2025 Ada Berapa Hari? Jumlahnya Berbeda dari Tahun 2024, Ini Asal Usul Tahun Kabisat

2025 ada berapa hari? Tahun ini bukan tahun kabisat seperti 2024. Jadi tahun 2025 ada 365 hari, karena Februari tahun ini hanya 28 hari.

Tayang:
TribunBengkulu.com
KALENDER 2025 - 2025 ada berapa hari? Tahun ini bukan tahun kabisat seperti 2024. Jadi tahun 2025 ada 365 hari, karena Februari tahun ini hanya 28 hari. 

Peradaban kuno menggunakan kosmos untuk merencanakan kehidupan mereka. Kalender-kalender tersebut didasarkan pada fase bulan atau matahari, seperti halnya berbagai kalender saat ini. Biasanya kalender ini bersifat "lunisolar," menggunakan keduanya.

National Geographic melaporkan, pada abad ketiga sebelum masehi, masyarakat mulai memahami kalender. Sebagai contoh, Mesir mengamati 365 hari dalam setahun yang mencakup tahun kabisat setiap empat tahun sekali untuk mengoreksi kalender.

Namun sistem kalender lainnya masih tidak selalu berhasil. Untuk memperbaiki kalender tersebut, Kaisar Romawi Julius Caesar menciptakan Tahun Kebingungan, ketika dia memutuskan bahwa tahun 46 SM akan menjadi 445 hari, bukan 365 hari.

Baca juga: Sambut Tahun Baru 2025, Four Points by Sheraton Balikpapan Hadirkan Tema Antariksa

Dia kemudian membuat tahun dengan 365,25 hari-sedikit lebih panjang dari 365,2422 tahun matahari, yang menambahkan hari kabisat setiap tahun keempat.

Namun, sistem Romawi ini pun tidak terlalu tepat. Perbedaan kecil antara 365,25 dan 365,2422 membuat setiap tahun kalender menjadi lebih pendek sekitar 11 menit daripada kalender musiman, sehingga kalender tersebut menjadi kurang satu hari setiap 128 tahun.

Pada abad ke-16, tanggal-tanggal besar dan hari libur telah bergeser 10 hari. Di Roma, Paus Gregorius XIII meluncurkan kalender Gregoriannya sendiri pada tahun 1582. Pada tahun itu, ia menghilangkan 10 hari dari bulan Oktober untuk menyelaraskannya kembali.

Dia juga mengembangkan sistem tahun kabisat baru yang menggunakan tahun matahari 365,2422 hari, menambahkan satu hari kabisat setiap empat tahun, tetapi menghilangkan tiga hari kabisat setiap 400 tahun untuk menjaga agar kalender tidak melenceng.

Kedengarannya membingungkan, tetapi sistem ini telah menjaga kalender dan musim tetap sinkron selama lebih dari 400 tahun. Kalender Gregorian tidaklah sempurna karena masih ada pergeseran 30 detik setiap tahunnya. Namun, meskipun demikian, kalender ini tidak akan meleset lebih dari satu hari selama 3.300 tahun lagi.

"Tanpa tahun kabisat, setelah beberapa ratus tahun kita akan mengalami musim panas di bulan November," kata Younas Khan, seorang instruktur fisika di Universitas Alabama di Birmingham kepada APNews.

Itu lah informasi soal berapa hari di tahun 2025 dan soal tahun kabisat. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Asal Usul Tahun Kabisat, Mengapa Terjadi di Bulan Februari?

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved