Berita Mahulu Terkini

Kini Warga Kampung Data Naha Mahulu Kaltim tak Lagi Bergantung Beras Luar

Program pertanian ladang menetap mulai berdampak kepada warga Kampung Data Naha, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur

Penulis: Mir | Editor: Samir Paturusi
HO
ILUSTRASI- Program pertanian ladang menetap mulai berdampak kepada warga Kampung Data Naha, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Program pertanian ladang menetap mulai berdampak kepada warga Kampung Data Naha, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. 

Bahkan program ini telah menjadi solusi bagi harga beras yang kerap melambung tinggi saat musim kemarau.

Petinggi Kampung Data Naha, Alexius Lejiu Ding, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu kehidupan warga.

"Program ini sangat membantu kami. Sekarang, warga tidak lagi bergantung pada pasokan beras dari luar daerah," katanya kepada TribunKaltim.co pada Minggu (5/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa harga beras di kampung-kampung hulu riam, terutama saat musim kemarau, sangat mahal.

Sebagai perbandingan, saat air Sungai Mahakam surut, harga beras premium 25 kilogram bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. 

Baca juga: Cara Warga Long Pahangai Mahakam Ulu dalam Mengatasi Harga Beras Mahal

Baca juga: Katalog Promo Alfamart Hari Ini 3 Desember 2024, Harga Beras Premium Sania 5 Kg hanya Rp 73.500

"Itu pun terkadang sulit didapat," ujarnya.

Dengan hasil panen dari ladang 10 hektare, warga kini memiliki cadangan beras yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"Beras yang kami hasilkan dari ladang ini bisa digunakan sebagai cadangan pangan, terutama saat musim kemarau atau ketika terjadi bencana," ungkapnya.

Selain membantu menstabilkan ketersediaan beras, program ini juga memberikan pelajaran penting kepada masyarakat untuk mandiri.

Baca juga: Kancapem Bulog Tanah Grogot Harap Petani Lokal Manfaatkan Fleksibilitas Harga Beras

"Kami diajarkan bagaimana mengelola ladang secara berkelanjutan dan memanfaatkan teknologi sederhana untuk meningkatkan hasil panen," tambahnya.

Ia juga menyoroti peran pemerintah daerah yang terus mendukung program ini.

"Kami sangat terbantu dengan dukungan dari pemerintah, baik dalam penyediaan bibit, pupuk, maupun pelatihan untuk petani. Ini benar-benar mengubah cara pandang kami terhadap pertanian," ucapnya.

Keberhasilan program ini bahkan membuka peluang baru bagi perekonomian kampung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved