Longsor di Kutai Barat
Viral! Terjadi Abrasi yang Akibatkan Longsor di Kutai Barat Kaltim
Viral di media sosial video yang memperlihatkan terjadinya abrasi di kawasan Tering Lama, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur Selasa, (7/1/2025).
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Viral di media sosial video yang memperlihatkan terjadinya abrasi di kawasan Tering Lama, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur pada Selasa, (7/1/2025).
Dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram @soalsamarinda, terlihat abrasi tersebut mengikis sebagian dataran dan mengakibatkan longsor.
Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa abrasi ini.
Namun beberapa rumah yang ada di dekat lokasi dapat terancam terkena longsor juga.
Sebagai informasi, biasanya abrasi terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama yang dapat menyebabkan sungai meluap.
Hal inilah yang memincu longsor di pinggiran sungai.
Apa Itu Abrasi?
Dikutip dari Gramedia.com, abrasi adalah suatu peristiwa pengikisan tanah yang disebabkan oleh gelombang air laut serta adanya pasang surut air laut.
Baik itu gelombang air laut atau pasang surut air laut, kedua-duanya sama-sama memiliki sifat merusak.
Oleh karena itu, tanah pada garis pantai akan rusak jika secara terus menerus terkena gelombang air laut dan pasang surut air laut.
Hampir sama dengan pengertian abrasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), abrasi adalah pengikisan batuan oleh angin, air, atau es yang mengandung bahan yang sifatnya merusak.
Terjadinya peristiwa abrasi ini tidak selamanya disebabkan karena faktor alam saja, tetapi bisa juga disebabkan karena perilaku manusia.
Jika dibiarkan begitu saja, perlahan-lahan tapi pasti daerah pantai akan semakin berkurang.
Abrasi yang disebabkan karena faktor alam (pasang surut air laut dan gelombang laut) akan selalu terjadi.
Meskipun begitu, kita tetap masih bisa mengurangi kerusakan pesisir pantai karena abrasi.
Penyebab Abrasi
Proses terjadinya abrasi atau penyebab abrasi dibagi menjadi dua, yaitu disebabkan karena faktor alam dan disebabkan oleh faktor perilaku manusia.
1. Faktor Alam
Faktor alam yang menjadi penyebab terjadinya abrasi, yaitu arus air laut, pasang surut air laut, perubahan iklim, dan badai.
- Arus Air Laut
Dalam hal ini, arus air laut dapat diartikan sebagai gelombang laut atau ombak yang secara terus menerus akan merusak pesisir pantai, sehingga garis pantai akan semakin menyusut atau berkurang.
Gelombang laut atau ombak ini bisa muncul karena adanya perbedaan konsentrasi yang ada di dalam perairan laut dan adanya sirkulasi udara.
Dengan kedua hal tersebut, ombak atau gelombang laut bisa mencapai pesisir pantai.
Jika gelombang laut semakin besar kekuatannya, maka batuan sedimen pada pantai akan cepat pecah.
Selain itu, semakin kuat gelombang laut akan membawa pasir pantai dan juga material pantai lainnya masuk ke dalam lautan.
Karena hal itulah, pengikisan pantai karena abrasi perlahan-lahan semakin besar.
- Pasang Surut Air Laut
Selain faktor arus air laut, terjadinya abrasi disebabkan juga oleh pasang surut air laut.
Pasang surut air laut ini tidak akan bisa dihindari. Dengan kata lain, pasang surut air laut pasti terjadi, sehingga kerusakan pesisir pantai tidak dapat dihindari.
Meskipun tidak dapat dihindari, tetapi abrasi karena pasang surut air laut, kerusakannya dapat diminimalisir.
- Perubahan Iklim
Penyebab abrasi yang berasal dari faktor alam selanjutnya adalah perubahan iklim.
Perubahan iklim yang terjadi saat ini bisa dibilang cukup parah karena tidak menentu, sehingga sulit diprediksi.
Perubahan iklim ini yang tidak normal ini bisa meningkatkan permukaan air laut, sehingga bisa merendam daerah pesisir pantai.
Pesisir pantai yang tadinya luas, semakin lama akan semakin kecil karena adanya abrasi.
2. Faktor Manusia
Bukan hanya dari faktor alam saja, abrasi pantai dapat terjadi, tetapi bisa juga terjadi karena adanya faktor manusia, diantaranya:
- Eksploitasi Sumber Daya Laut
Eksploitasi sumber daya laut bisa menjadi penyebab abrasi terjadi.
Hal ini dikarenakan ketika ada gelombang laut, tidak ada penghalangnya, sehingga langsung mengarah ke pantai.
Selain itu, eksploitasi sumber daya laut bisa juga merusak ekosistem air laut, sehingga ikan biota laut, dan terumbu karang menjadi tidak bisa berkembang dengan maksimal.
- Pemanasan Global
Pemanasan global merupakan salah satu penyebab terjadinya abrasi karena perilaku manusia.
Terjadinya pemanasan global disebabkan oleh perilaku buruk manusia yang membuat panas bumi tidak bisa kembali ke atmosfer, sehingga suhu panas bumi mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya.
Adapun penyebab pemanasan global, seperti menggunakan kendaraan bermotor, pembakaran hutan secara berlebihan, pabrik-pabrik industri, dan sebagainya.
Adanya kendaraan bermotor ini menghasilkan karbon dioksida yang membuat panas bumi sulit dipantulkan oleh bumi.
Jika panas bumi secara terus menerus terjadi, maka es di kutub akan mencari, sehingga permukaan air laut akan naik.
Dari permukaan air laut yang terus mengalami kenaikan itulah, wilayah di sekitar pantai akan semakin rendah.
- Penambangan Pasir Dalam Skala yang Besar
Penyebab terjadinya abrasi pantai yang ketiga yang berasal dari perilaku manusia adalah penambangan pasir dalam skala yang besar.
Pasir pantai yang diambil secara besar-besaran akan membuat pasir pantai berkurang sangat cepat, sehingga gelombang laut akan mudah menghantam daerah pesisir pantai.
(tribunkaltim.co/nis)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
| Link Info Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu di Indonesia BMKG - Informasi Keselamatan Gempa Bumi |
|
|---|
| POPULER KALTIM: Andi Harun Pertanyakan Redistribusi JKN Pemprov, Pemkot Bontang Batal Beli Mess |
|
|---|
| Hercules Tantang Negara Beri Bukti Kepemilikan Lahan di Tanah Abang Jakarta |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Surabaya - Balikpapan Tembus Rp26 Juta, Tarif Penerbangan ke Bandara SAMS Naik |
|
|---|
| Kapan PKH Tahap 2 Cair 2026? Ini Jadwal Terbaru, Besaran Bantuan dan Cara Cek Penerima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250107_Abrasi-di-Tering-Lama.jpg)