Senin, 13 April 2026

Berita Nasional Terkini

Dilaporkan ke KPK, Jokowi Tertawa, 'Ya Enggak Apa-apa'

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati
Joko Widodo (Jokowi), saat ditemui di kediamannya Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jateng, pada Selasa (17/12/2024). Dilaporkan ke KPK, Jokowi Tertawa, 'Ya Enggak Apa-apa' 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Usai tuntas masa jabatannya sebagai Presiden, Jokowi terus disorot.

Mulai dari dipecat PDIP, menjadi finalis tokoh korup versi OCCRP, dan kini kembali dilaporkan ke KPK

Jokowi pun menanggapi santai tuntutan sejumlah elemen masyarakat sipil yang menuntut agar laporan terhadap dirinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diusut. 

Baca juga: Pengalihan Isu Jokowi Tokoh Terkorup OCCRP, 3 Pernyataan Elite PDIP Usai Penggeledahan Rumah Hasto

Sejumlah akademisi dan aktivis yang tergabung dalam Nurani ’98 kembali mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Selasa (7/1/2025).

Mereka meminta KPK menindaklanjuti laporan yang sebelumnya disampaikan pada 2022 dan 2024 terkait dugaan korupsi, kolusi, nepotisme, serta pencucian uang oleh Presiden Joko Widodo dan keluarganya.

Menanggapi laporan tersebut, Jokowi mempersilakan siapa saja yang ingin melaporkannya.

"Ya enggak apa-apa, kan boleh-boleh saja siapa pun," ujar Jokowi kepada awak media di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/1/2025).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sudah sering dilaporkan ke KPK.

"Ya dilaporkan ke KPK, enggak sekali dua kali," ucap Jokowi sambil tertawa.

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi)
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati)

Dalam laporan tersebut, rombongan Nurani ’98 membawa sejumlah berkas dan data temuan baru, termasuk laporan dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang menyebut Jokowi sebagai salah satu pemimpin terkorup di dunia.

Saat ditanya mengenai dugaan pengalihan isu terkait laporan OCCRP dengan kasus Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto di KPK, Jokowi enggan berkomentar lebih jauh.

"Namanya isu aja, kenapa harus ditanggapi. Kan sudah ada kualifikasi yang jelas dari OCCRP, klarifikasinya sudah jelas," tegasnya.

Sebelumnya, OCCRP telah memberikan klarifikasi bahwa penunjukan nominasi dilakukan oleh panel juri yang terdiri dari masyarakat sipil, akademisi, dan jurnalis.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Hasto Kristiyanto, PDIP: Pengalihan Isu Jokowi Presiden Terkorup di Dunia

“Kami membuka pendaftaran nominasi secara umum dan menerima lebih dari 55.000 nominasi, termasuk beberapa tokoh politik terkenal dan individu yang kurang dikenal,” tulis OCCRP dalam laman resminya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved