Berita Kutim Terkini
Berikut Himbauan Dinas Kesehatan Kutim untuk Mencegah Penyebaran Virus HMPV
Beberapa negara seperti Malaysia dan India melaporkan telah ditemukan kasus penyakit HMPV ini
Penulis: Ata | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) sedang merebak di China telah menjadi perhatian internasional dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan, beberapa negara seperti Malaysia dan India melaporkan telah ditemukan kasus penyakit HMPV ini.
Dilansir dari Deccan Herald, HMPV adalah patogen virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada orang-orang dari semua kelompok usia.
Pertama kali ditemukan pada tahun 2001, virus ini termasuk dalam famili Paramyxoviridae dan berkerabat dekat dengan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Baca juga: Bantah Kelangkaan LPG 3 kg di Sangatta, Disperindag Kutim Klaim Distribusi sudah Sesuai Kuota
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi mengumumkan, virus asal Tiongkok, Human Metapneumovirus (HMPV) sudah terdeteksi di Indonesia.
Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Kutim mengimbau agar sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan seluruh masyarakat waspada akan tetap waspada.
Termasuk dengan kembali menjalankan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker (terutama bagi yang sakit), menghindari kerumunan, jaga jarak, hingga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Sebagai antisipasi, protokol kesehatan seperti dulu (saat pandemi Covid-19) kalau bisa kembali diberlakukan.
Untuk sementara yg sakit diimbau menghindari kerumunan, pakai masker, jaga jarak dan lain-lain," jelasnya, Senin (20/1/2025).
Meski begitu, ia menegaskan, hingga saat ini tak menemukan laporan terkait virus HMPV di wilayah Kutai Timur, Sehingga, ia mengimbau pada masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik.
Terlebih, menurutnya, virus tersebut memiliki gejala Flu light syndrome atau gejala yang mirip dengan flu biasa. Seperti pilek, batuk, demam, radang tenggorokan, bersin, dan lain-lain.
Bahkan, virus HMPV juga termasuk self limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri, Namun virus HMPV akan berbahaya jika mengenai pasien dengan daya tahan tubuh rendah, baik anak-anak hingga lansia.
"Gejalanya ringan aja, cuman kalau mengenai anak kecil ataupun orang tua yang daya tahan tubuhnya rendah, bisa berkembang ke arah penyakit berat. Kita tidak tau, karena gejalanya mirip flu, juga diagnosa virus ini hanya bisa lewat PCR. Tapi sampai sekarang belum ada laporan" tuturnya.
Meski begitu, lanjut Bahrani, pihaknya akan terus memantau perkembangan virus tersebut. Sebab, baginya, meski seperti flu biasa, tentu keberadaan virus HMPV tak dapat disepelekan.
Ia juga berkomitmen, untuk memastikan kondisi pandemi covid-19 lalu tak akan terulang.
| DTPHP Kutim Jemput Bola Anggaran Pusat, Targetkan Perluasan Sawah Tadah Hujan di Berbagai Kecamatan |
|
|---|
| Kutai Timur Didorong Jadi Sentra Beras, Inovasi Padi Apung Mulai Dikaji |
|
|---|
| Ada 7 Titik Panas di Bengalon, Waspada Potensi Karhutla, BPBD Kutim Terus Pantau Seluruh Kecamatan |
|
|---|
| 7 Titik Panas Terdeteksi di Bengalon, BPBD Kutim Imbau Waspada Walaupun Cuaca Berawan |
|
|---|
| Alasan Wabup Kutim Mahyunadi Minta Sinkronisasi Anggaran BPJS dengan Pemprov Kaltim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250120_virus-hmpv.jpg)