Kamis, 21 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Dalam 4 Bulan Ada 20 Laporan Evakuasi Sarang Tawon yang Diterima Satpol PP dan Damkar Malinau

Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Malinau menerima cukup banyak permintaan berupa laporan operasi darurat nonkebakaran (ODNK)

Tayang:
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
EVAKUASI SARANG TAWON - Petugas Damkar Malinau mengevakuasi sarang Tawon di Malinau, Kalimantan Utara. Sepenjang 2024, evakuasi jenis satwa ini menempati urutan teratas setelah mencatat satu korban jiwa. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU – Tahun lalu, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Malinau menerima cukup banyak permintaan berupa laporan operasi darurat nonkebakaran (ODNK) evakuasi satwa berbahaya.

Data Bagian Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP dan Damkar Malinau mendata setahun terakhir permintaan evakuasi satwa berjumlah 48 operasi.

Dari jumlah tersebut, evakuasi Tawon dan sarang tawon menempati posisi teratas yakni sebanyak 20 operasi.

Plt Kasat Pol PP dan Damkar Malinau, Kamran Daik melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Bidang Damkar, Rury Ahmad Sururie mengakui meningkatnya permintaan diakibatkan satu kasus korban jiwa tahun 2024.

Baca juga: Warga Pesisir Malinau Mengaku Berkemas-kemas saat Banjir Jadi Kegiatan yang Melelahkan

Tahun lalu, seorang Warga Malinau Kota dilaporkan meninggal dunia akibat disengat Tawon Vespa saat membersihkan lahan.

"Yang paling banyak salah satunya evakuasi Tawon, Memang setelah kejadian tahun 2024 lalu yang mengakibatkan satu korban jiwa, permintaannya jauh meningkat," ungkap Rury, sapaan akrabnya.

Sebelumnya diberitakan TribunKaltara.com, pada Minggu, 8 September 2024 lalu, seorang warga dilaporkan tewas usai disengat kawanan Tawon Vespa di Malinau.

Pasca kejadian tersebut, Damkar menerima banyak sekali permintaan evakuasi pasca kejadian tragis tersebut.

Dalam kurun waktu 4 bulan sejak kejadian, pada September hingga Desember 2024 tercatat ada 20 permintaan evakuasi sarang Tawon.

"Setelah kasus tersebut, banyak warga yang hubungi untuk evakuasi sarang Tawon. Cukup banyak yang bersarang di rumah, ada juga di daerah kebun.

Kalau sebelumnya itu kurang, lebih banyak jenis satwa lain," katanya.

Rury menjelaskan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya operasi yang sama hanya berjumlah satuan, tahun 2024 tercatat ada 20 permintaan evakuasi. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved