Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

5 WNI Pekerja Migran Ditembak di Perairan Selangor, Polisi Malaysia dan P2MI Beda Kronologi

5 WNI ditembak di perairan Selangor, polisi Malaysia dan P2MI beda kronologi.

Tayang:
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
PMI DITEMBAK POLISI MALAYSIA - Wakil Menteri P2MI Christina Aryani (tengah) saat jumpa pers di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Minggu (26/1/2025). 5 WNI ditembak di perairan Selangor, polisi Malaysia dan P2MI beda kronologi. 

TRIBUNKALTIM.CO -  5 WNI ditembak di perairan Selangor, polisi Malaysia dan P2MI beda kronologi.

Insiden penembakan yang melibatkan Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perairan Tanjung Rhu, Malaysia, mengakibatkan satu orang tewas dan empat lainnya luka-luka.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengungkap kronologis penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perairan Tanjung Rhu, Selangor Malaysia.

Kata Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan 5 Warga Negara Indonesia (WNI) korban penembakan aparat Malaysia tersebut merupakan PMI unprosedural.

Baca juga: 5 Pekerja Migran Indonesia Ditembak Aparat Malaysia, Satu Orang Tewas, 1 Kritis, dan 3 Luka-luka

Kata dia, peristiwa penembakan berawal saat para PMI unprosedural melintas di perairan Tanjung Rhu pada Jumat (24/1/2025) dini hari.

Namun di saat bersamaan Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) sedang melakukan patroli.

"Di mana saat itu patroli APMM tengah bertugas dan ada sebuah kapal yang ditumpangi atau diawaki 5 orang WNI Pekerjaan Migran Indonesia Unprosedural," kata Christina saat jumpa pers di Kantor Kementrian P2MI, Jakarta Selatan, Minggu (26/1/2025).

Menyikapi hal tersebut Kementerian P2MI mengecam tindakan tindakan penggunaan kekuatan berlebihan oleh APMM.

Pasalnya menurut dia, apabila memang mendapati ada pekerja migran yang unprosedural sebaiknya ditangkap saja tanpa dilakukan penembakan.

"Sikap kami, Kementerian P2MI mengecam tindakan atau penggunaan kekuatan berlebihan oleh Otoritas Maritim Malaysia," ujar dia.

Akibat kejadian tersebut satu PMI meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.

"Intinya telah terjadi penembakan yang menimbulkan korban 1 orang pekerjaan migran menunggal dunia dan 4 orang dalam keadaan luka-luka. Yang satu juga kabarnya saat ini tengah kritis," ucap Christina.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemenlu RI Judha Nugraha membenarkan kabar tersebut.

"Berdasarkan komunikasi KBRI dengan PDRM (Polisi Diraja Malaysia) didapat konfirmasi bahwa benar pada 24 Januari 2025 telah terjadi penembakan oleh APMM terhadap WNI yang diduga akan keluar Malaysia melalui jalur ilegal," kata Judha.

Judha menyebut, penembakan dilakukan terhadap lima pekerja migran unprosedural itu diduga karena melakukan perlawanan. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved