Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

DPRD Samarinda Minta Perbaikan Jalan Jangan Hanya Tambal Sulam

Komisi III DPRD Samarinda meminta agar perbaikan jalan menjadi prioritas dan bukan hanya dilakukan tambal sulam

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
 PERBAIKAN JALAN - Ilustrasi ruas jalan protokol di Samarinda yang dibongkar untuk perbaikan dan pemasangan pipa PDAM (9/10/24). Komisi III DPRD Samarinda meminta agar perbaikan jalan menjadi prioritas dan bukan hanya dilakukan tambal sulam. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi III DPRD Samarinda meminta agar perbaikan jalan menjadi prioritas dan bukan hanya dilakukan tambal sulam.

Bahkan Komisi III DPRD Samarinda pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi.

Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian di antaranya adalah Jalan Abul Hasan, Jalan Bhayangkara, Jalan Agus Salim, dan Jalan Pahlawan.

“Sebelumnya jalannya sudah bagus tapi ketika dibongkar dan melakukan pemasangan pipa lagi memang otomatis akan ditambal sulam. Artinya kondisi jalannya tidak mulus lagi,” jelas Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar, Jumat (31/1/2025).

Deni menegaskan telah memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda serta pelaksana proyek, untuk meminta perbaikan jalan dilakukan dengan maksimal agar kualitas jalan tidak timpang dan terlihat rapi. 

Baca juga: Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim: Ini Lokasi Prioritas untuk Pembangunan Kolam Retensi

Menurut Deni, pihak pelaksana proyek menyanggupi permintaan tersebut, khususnya di kawasan Jalan Pasundan.

Tahun ini, pembenahan drainase di sisi kiri jalan menuju Sungai Mahakam akan dilanjutkan.

Selain itu, Jalan Agus Salim, Bhayangkara, dan Pahlawan juga diharapkan mendapatkan pengaspalan kembali pada tahun ini.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memastikan apa yang telah disepakati benar-benar dijalankan. Masyarakat Samarinda berhak menikmati jalan protokol yang mulus tanpa tambal sulam," tegas Deni.

Namun, ia juga menyoroti kurangnya data lengkap dari PDAM terkait titik-titik pipa dan usia pipa.

Hal ini, menurutnya, sering menjadi penyebab pembongkaran jalan berulang kali. 

"Seharusnya PDAM memiliki data lengkap tentang lokasi pipa dan usianya. Seandainya itu bisa dilakukan sebelum melakukan perbaikan jalan atau drainase mungkin tidak perlu membongkar jalan lagi,” jelasnya. 

Baca juga: DPRD Samarinda Dorong Pembangunan Kolam Retensi di Kawasan Tanah Datar, Solusi Pengendalian Banjir

Deni berharap PDAM dan PUPR meningkatkan koordinasi agar proyek-proyek perbaikan tidak menimbulkan keresahan masyarakat. 

“Kita juga minta kepada kedua pihak untuk koordinasi, jangan sampai menimbulkan kerasahan di masyarakat,” pungkas Deni. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved