Berita Mahulu Terkini
Jalan Trans Kalimantan Makin Mulus, Warga Mahulu Kini Bisa Pulang Pakai Mobil
Ruas Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Long Bagun – Long Pahangai di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Ruas Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Long Bagun – Long Pahangai di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur kini semakin baik.
Sejak pemekaran kabupaten pada 2013, kondisi jalan yang sebelumnya rusak parah mulai mengalami peningkatan signifikan dengan perbaikan dan pengecoran menggunakan beton.
Hanye Jiu, Petinggi Kampung Lirung Ubing, mengatakan bahwa pembangunan jalan ini telah membawa dampak besar bagi mobilitas warga.
"Adapun ruas Jalan Trans Kalimantan, yaitu ruas Long Bagun – Long Pahangai sepanjang 115 kilometer, sudah makin baik dibandingkan sebelum pemekaran kabupaten pada 2013," katanya kepada TribunKaltim.co, Senin (3/2/2025).
Baca juga: Jalan Rusak di Jalan Maluang Kabupaten Berau hingga Perbatasan Bulungan Akan Segera Diperbaiki
Ia menjelaskan, perbaikan jalan ini tidak hanya mengandalkan dana pemerintah daerah tetapi juga mendapat dukungan dari pusat dan provinsi.
"Mulai banyak perbaikan dan peningkatan badan jalan menggunakan beton. Perbaikan itu dibiayai pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kaltim, dan Pemkab Mahulu," ucapnya.
Selain perbaikan badan jalan, infrastruktur jembatan juga mendapat perhatian.
Hingga 2023, sedikitnya 12 unit jembatan bailey telah selesai dibangun, termasuk jembatan Sungai Mubong yang menjadi jalur penting di kawasan tersebut.
"Sedikitnya, 12 unit jembatan bailey, termasuk jembatan Sungai Mubong, telah selesai sejak 2023," sebutnya.
Dampak dari pembangunan ini sangat terasa bagi warga Mahakam Ulu.
Jika sebelumnya perjalanan dari Long Pahangai ke Ujoh Bilang bisa memakan waktu hingga empat hari, kini perjalanan bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam.
"Jalur yang dulu bisa memakan waktu perjalanan hingga tiga sampai empat hari, kini bisa ditempuh empat sampai lima jam tanpa istirahat," ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan pengalamannya sendiri. Bertahun-tahun ia terpaksa meninggalkan mobilnya di Samarinda karena kondisi jalan yang buruk, namun kini ia bisa membawa kendaraan pulang dengan mudah.
Baca juga: Jalan Rusak Parah di Palaran Samarinda, Kondisi Memprihatikan dan Menghambat Transportasi
"Bertahun-tahun, mobil saya di Samarinda tidak bisa dibawa pulang karena jalan ke Long Pahangai rusak," tuturnya.
Sekarang, dengan kondisi jalan yang semakin baik, perjalanan darat ke ibu kota provinsi atau ke pusat kabupaten menjadi lebih lancar.
"Sekarang, saya bisa pulang baik dari Long Pahangai ke Ujoh Bilang atau Samarinda pakai mobil," pungkasnya. (*)
Mediasi Warga Long Hubung dengan Perusahaan di Mahulu Sempat Memanas, Asisten I: Ini Mencari Solusi |
![]() |
---|
Mediasi Sengketa Lahan PT SAA di Mahulu, Pemerintah Yakin Bisa Jadi Contoh Damai |
![]() |
---|
Mediasi Sengketa Lahan PT SAA dan Warga Mahulu, Belum Sepakat tapi Harapan Damai Mulai Terbuka |
![]() |
---|
Kepala Disparpora Mahulu Ajak Semua Pihak Garap Pariwisata Secara Kolaboratif |
![]() |
---|
Disparpora Mahulu Kaltim akan Kembangkan Kawasan Pariwisata hingga Pinggir Sungai |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.