Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Impor Migas dan Nonmigas Kaltim Meningkat Selama 2024, Didominasi Permesinan

Yusniar menjelaskan, kenaikan nilai impor nonmigas terbesar diperoleh dari golongan barang mesin, peralatan mekanis

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Nur Pratama
Tribunkaltim.co/Rita Lavenia
IMPOR KALTIM - Potret salah satu Kapal Cargo yang melayari perairan Kabupaten Berau, Kaltim pada September 2024. BPS Kaltim mencatat impor Kaltim juga meningkat selama 2024.(Tribunkaltim.co/Rita Lavenia) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Selain ekspor, Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis nilai impor Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar USD518,91 juta atau 46,97 persen dibandingkan November 2024.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana menyebutkan nilai impor terbesar disumbangkan oleh migas sebesar USD391,57 juta atau naik 60,55 persen dibandingkan November 2024.

Ada juga kenaikan nilai impor dari nonmigas sebesar USD127,34 juta atau 16,63 persen pada Desember 2024 dibanding November 2024.

Baca juga: Kronologi Oknum Guru di Samarinda Diduga Asusila ke 2 Murid SD, Bermula dari Piket Kelas 

Yusniar menjelaskan, kenaikan nilai impor nonmigas terbesar diperoleh dari golongan barang mesin, peralatan mekanis dan bagiannya sebesar USD16,35 juta atau 37,62 persen. 

"Sebaliknya, penurunan nilai terdalam terjadi pada golongan barang bahan kimia organik sebesar USD2,65 juta atau turun 54,75 persen," bebernya dalam rilis Senin (3/2/2025).

Sama seperti ekspor, peranan total impor barang nonmigas pada periode Januari–Desember 2024 di Kaltim didominasi oleh Tiongkok sebesar USD484,51 juta atau 32,39 persen.

Kemudian diikuti oleh Amerika Serikat sebesar USD203,51 juta atau besar peranan 13,60 persen, dan Jepang sebesar USD113,57 juta dengan peranan 7,59 persen.

Kemudian per Desember 2024 semua golongan penggunaan barang juga mengalami peningkatan. 

Tertinggi terjadi kenaikan pada golongan barang konsumsi sebesar 379,20 persen, diikuti golongan barang bahan baku dan penolong sebesar 47,47 persen dan golongan barang modal yang meningkat 27,76 persen.

Kemudian pada laporan keuangan (Neraca) perdagangan Provinsi Kaltim di Desember 2024 mengalami surplus sebesar USD1.899,56 juta.

Nilai tersebut disokong dari perdagangan sektor nonmigas yang tercatat surplus sebesar USD1.974,42 juta. 

Namun sebaliknya, sektor migas tercatat defisit sebesar USD74,86 juta.(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved