Berita Balikpapan Terkini
Penyebab Pembeli Motor Listrik di Balikpapan Sepi, Dealer VIAR Mulai Mengeluh
Authorized dealer motor listrik VIAR di Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah, mengeluhkan sepinya pembeli
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejak habisnya kuota subsidi motor listrik dari pemerintah, penjualan kendaraan ramah lingkungan ini mengalami penurunan daya beli.
Authorized dealer motor listrik VIAR di Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah, mengeluhkan sepinya pembeli, bahkan dalam beberapa bulan terakhir, tidak ada unit motor listrik yang terjual. Selasa (11/2/2025).
Motor dan sepeda listrik selama ini menjadi alternatif kendaraan bagi masyarakat yang ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Namun, berbeda dengan sepeda listrik yang tidak mendapatkan subsidi, motor listrik sebelumnya mendapatkan potongan harga sebesar Rp 7 juta dari pemerintah. \
Baca juga: Tren Sepeda Listrik Mulai Meningkat di Kota Balikpapan, Belum Ada Regulasi Penilangan
Subsidi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 21 Tahun 2023, yang merupakan perubahan dari Permenperin No. 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai Roda Dua.
Program ini cukup menarik perhatian masyarakat karena syaratnya yang tergolong mudah, cukup dengan KTP, seseorang bisa mendapatkan subsidi, meski setiap NIK hanya berhak membeli satu unit motor listrik.
Namun, pada bulan oktober tahun 2024, kuota subsidi telah habis.
Akibatnya, harga motor listrik kembali ke harga normal, menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
Herman, sales authorized dealer VIAR Balikpapan, mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, tidak ada satu pun unit motor listrik yang berhasil terjual. Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih sepeda listrik yang harganya lebih terjangkau dibandingkan motor listrik tanpa subsidi.
"Untuk motor ini kita belum ada, jadi hanya sepeda-sepeda aja ini" ucapnya.
Baca juga: Harga Sepeda Listrik Viar di Balikpapan Rp 6.950.000, Hemat Uang dan Ramah pada Bumi
Ia menjelaskan, mengenai bagusnya program subsidi kendaraan motor listrik apabila kembali didakan oleh pemerintah dan tentunya menaikkan minat beli masyarakat.
"Sebenarnya bagus kalo ada program subsidi lagi, jadi menaikan minat masyarakat lagi kan tentang motor listrik," pungkasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa selama masih ada subsidi, penjualan motor listrik berjalan lancar.
Setiap bulan selalu ada unit yang terjual, tetapi sejak subsidi dihentikan, tidak ada lagi konsumen yang berminat membeli.
"Waktu ada subsidi lumayan, ada aja keluar terus tuh setiap bulan. Sekarang subsidinya udah gak ada, motornya juga gak ada yang keluar," pungkasnya.
Kini, dealer motor listrik hanya bisa berharap adanya kebijakan baru yang dapat kembali menggairahkan pasar, baik melalui perpanjangan subsidi atau insentif lain yang dapat meringankan beban masyarakat dalam beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Jika pemerintah kembali memberikan dukungan, bukan tidak mungkin tren motor listrik bisa kembali meningkat seperti tahun sebelumnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250211_Sepeda-Listrik-di-Balikpapan-Sepi-Pembeli.jpg)