Senin, 27 April 2026

Berita Paser Terkini

Ribuan Masyarakat Paser Hadiri Tabligh Akbar dan Doa Bersama, Ini Pesan Ustadz Maulana

Masyarakat antusias mengikuti Tabligh Akbar dan Doa Bersama dalam rangka terlaksananya Pilkada yang aman dan damai di Paser

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
TABLIGH AKBAR - Antusiasme masyarakat yang mengikuti Tablikh Akbar dan Doa Bersama yang berlangsung di Jalan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Sabtu (15/2/2025) malam. Kegiatan yang digagas Polres Paser ini, dalam rangka syukuran terlaksananya Pilkada yang aman dan damai di Kabupaten Paser.(TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER - Masyarakat antusias mengikuti Tabligh Akbar dan Doa Bersama dalam rangka terlaksananya Pilkada yang aman dan damai di Kabupaten Paser.

Tampak ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati area Taman Hutan Kota hingga Mapolres Paser, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Sabtu (15/2/2025) malam.

Kegiatan yang digagas oleh Polres Paser itu menghadirkan penceramah kondang asal Makassar yaitu Ustadz Nur Maulana, yang dikenal dengan gaya khasnya saat membuka ceramah menyerukan "Jamaah, oh Jamaah".

Adapun tema dari ceramah yang disampaikan Ustadz Maulana yaitu Bahagia, selaras dengan terlaksananya Pilkada yang aman dan damai di Kabupaten Paser.

Baca juga: Jelang Putusan MK soal Gugatan Pilkada Berau 2024, Tim Pemenangan MP-AW Gelar Salat dan Doa Bersama

"Kita butuh pemimpin dan butuh pemilih pemimpin, politik itu wajar dalam mengatur strategi. Boleh ada lawan politik, yang tidak boleh itu musuh," pesan Ustadz Maulana.

Ada 4 hal yang harus dimiliki untuk mendapatkan kebahagiaan, diantaranya mencari sumbernya, kenali marah, jadi kaya dengan berbagi dan merasa puas.

"Sumber bahagia itu dekat dengan Allah SWT, karena orang yang dekat tuhan itu pasti hidupnya bahagia dengan beribadah," pesannya.

Hal lainnya yang menjadi sumber kebahagiaan yaitu berbaik sangka dengan sesama manusia.

"Ibadah yang tertinggi itu baik sangka, makanya setelah Pemilu ini semua selesai. Poster suda dibuka semua, tidak boleh lagi ada yang bermusuhan dan kembali saling merangkul," imbuhnya.

Terlebih sudah mendekati bulan Ramadan, dan kita mesti berhati-hati karena jangan sampai tergolong orang-orang merugi di bulan puasa.

Adapun orang yang merugi di bulan Ramadhan yaitu anak yang durhaka kepada orang tuanya.

"Makanya sebelum masuk bulan ramadan, datangi orangtua dan minta maaf. Kalau orangtua sudah meninggal, ziarah ke kuburnya," ungkapnya.

Golongan lainnya yang ditolak Ramadan yaitu istri yang durhaka dan belum meminta maaf kepada suaminya.

"Barang siapa seorang istri yang belum dimaafkan oleh suaminya, maka ditolak  ramadan atau termasuk orang yang merugi,"  tegas Ustadz Maulana.

Baca juga: Dukung Kerukunan Beragama, Polsek Kuaro Paser Gelar Doa Bersama dengan Umat Nasrani 

Terkahir, golongan yang ditolak ibadah ramadhannya yaitu seorang muslim yang tidak mau memaafkan saudaranya sesama muslim.

"Bulan ramadhan adalah tamu, maka saling bermaaf-maafan sebelum masuknya bulan puasa. Kalau sudah masuk bulan ramadan, maka sujud syukurlah, minta rejeki, niat puasa sebulan penuh dan sambutlah dengan membaca doa marhaban ya ramadhan," tutup Ustadz Maula. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved