Berita Samarinda Terkini
Warga Samarinda Keluhkan Air Keruh, Ini Penjelasan Perumdam Tirta Kencana
Hampir dua minggu air yang dialirkan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda itu terlampau keruh
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Masyarakat Kota Samarinda belakangan ini tengah mengeluhkan kualitas air bersih yang mengalir ke kediaman mereka.
Pasalnya, hampir dua minggu air yang dialirkan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda itu terlampau keruh.
Sejumlah warga bahkan mengaku ragu untuk menggunakan air tersebut untuk memasak.
"Enggak bau sih. Cuma warnanya seperti air tidak disaring. Kami jsdi ragu buat pakai masak. Sudah satu minggu ini saya pilih pakai pakai air galon buat masak," ujar Ratna (52), salah satu warga Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu (19/2/2025).
Begitupun Imelda (36), warga Jalan Manunggal, Kecamatan Loa Janan Ilir mengeluhkan hal yang sama.
Dimana air yang mengalir begitu keruh hingga mereka sekeluarga ragu menggunakannya untuk mencuci perabotan dapur.
Baca juga: Disperkim Kukar Fokus Pemenuhan Air Bersih dan Sanitasi Tahun Ini
"Saya punya balita. Mau tidak mau pakai air galon buat cuci peralatan makan dan minum anak saya. Kami juga masak pakai air galon," ujar Imelda.
"Kami bersyukur air tetap mengalir. Tapi, tolong secepatnya kembali normal. Karena gimanapun kondisi airnya, tuntutan bayarnya tetap sama kan?" imbuh ibu dua anak tersebut.
Terkait kondisi ini, pihak Perumdam Tirta Kencana Samarinda akhirnya memberikan penjelasan melalui sejumlah media sosial.
Dalam narasinya, Manager Produksi Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Rita Herawati menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Pihaknya juga mengakui saat ini kualitas air baku yang bersumber dari Sungai Mahakam tengah menurun.
Ia menjelaskan saat ini air baku tengah mengalami peningkatan kadar kekeruhan akibat fenomena alam yang menyebabkan bau tidak sedap serta perubahan warna air.
"Kami tengah mengupayakan menurunkan kandungan warna dengan menggunakan bahan-bahan kimia adiktif," ujar Rita menjelaskan upaya yang tengah ditempuh PDAM.
Selain itu, sambungnya, mereka tengah melakukan penyesuaian produksi ke wilayah ujung dari ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini.
Baca juga: Kampung Warna-warni Kecamatan Tanah Grogot Kini Bisa Nikmati Layanan Air Bersih dari Pemkab Paser
Hal tersebut membuat sejumlah wilayah tak teraliri air bersih hingga waktu yang belum dapat dipastikan.
"Kami tengah berupaya menangani kendala tersbeut dengan secepatnya. Saya mewakili management perumdam memohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami," ucap Rita Herawati di akhir narasinya. (*)
| Perangi Obat Ilegal, BPOM Samarinda Buka Posko Aduan dan Gandeng BNN Tanah Merah |
|
|---|
| Bea Cukai Samarinda Musnahkan 1,9 Juta Batang Rokok Ilegal dan 2.160 Liter Miras |
|
|---|
| Sering Tambal Jalan Rusak Pakai Uang Sendiri, 4 Ojol di Samarinda Ini Dapat Penghargaan dari Dishub |
|
|---|
| Program Bus Sekolah Samarinda Ditunda, Walikota Andi Harun: APBD Kita Sedang Mode Bertahan |
|
|---|
| Walikota Samarinda Andi Harun Dorong Provinsi Ikut Perbaiki Stadion Segiri, Anggaran Terbatas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250219-Potret-air-keruh.jpg)