Minggu, 3 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Disdamkartan Samarinda Ingatkan Masyarakat Waspada Kebakaran saat Ramadhan

Penting bagi seluruh warga Samarinda guna meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan kebakaran terutama saat Ramadhan

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
BAHAYA KEBAKARAN - Ilustrasi Disdamkartan Kota Samarinda saat memberi pelatihan pemadaman api serta penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) kepada masyarakat, 12 April 2024. Pihaknya mengimbau jelang ramadhan masyarakat mewaspadai potensi musibah kebakaran. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Aktivitas memasak cenderung meningkat saat bulan Ramadhan dan menimbulkan resiko kebakaran.

Intensitas kegiatan di dapur tentunya meningkat dibanding hari biasa.

Kabid Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Samarinda, M. Teguh Setiawardana pun mengimbau agar masyarakat waspada kebakaran.

Menurutnya, penting bagi seluruh warga Samarinda guna meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan.

Ia mengingatkan agar tidak meninggalkan kompor atau peralatan dapur saat memasak, serta arus listrik atau barang elektronik agar tetap diawasi dalam penggunaanya.

Baca juga: DPRD Kutim Sahkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Instalasi listrik di rumah juga mesti diperhatikan, hindari kabel rusak atau sambungan listrik yang berlebihan karena dapat memicu korsleting.

“Setelah selesai memasak, pastikan untuk memeriksa kembali semua peralatan telah dimatikan dengan benar. Terkadang kompor masih menyala dan ditinggalkan begitu saja, ini sangat berbahaya, apalagi saat salat tarawih.

Begitu juga dengan arus listrik, matikan dulu jaringan listrik yang tidak digunakan, karena selama ini pemicu kebakaran adalah korsleting listrik," imbaunya, Sabtu (22/2/2025).

Selain itu juga beberapa penyebab umum kebakaran lainnya, seperti pembakaran sampah juga perlu diperhatikan.

Tak hanya itu, selama bulan Ramadhan, anak-anak seringkali bermain petasan terutama di area pemukiman padat penduduk, hal ini juga perlu perhatian orang tua.

"Jika anak-anak bermain, perlu diawasi orang tua karena mereka tidak mengerti bahayanya," tegasnya.

Disdamkartan Samarinda juga terus berkoordinasi dengan relawan dan melakukan pelatihan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran.

Teguh menekankan bahwa pihaknya tidak hanya menangani kebakaran.

Tetapi juga memiliki jenis penanganan lainnya, sperti penyelamatan hewan (animal rescue), penyelamatan di air (water rescue), dan penanganan mobil yang terperosok.

Baca juga: Pemkab Kutim Sepakati Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

“Apalagi menjelang Lebaran saat pulang kampung, sebaiknya dipastikan lampu dinyalakan di teras, air dimatikan, dan kompor gas dilepas. Rumah juga dititipkan ke tetangga sebelah agar bisa membantu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," pesannya.

Untuk membantu memadamkan api sejak dini, Teguh juga mengimbau setiap rumah atau paling tidak di lingkungan tempat tinggal warga diharapkan memiliki alat pemadam api ringan (APAR). (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved