Sabtu, 18 April 2026

Berita Penajam Terkini

Jaga Kestabilan Harga, Pemkab PPU Rutin Gelar Operasi Pasar selama Ramadan

Jaga kestabilan harga, Pemeritah Kabupaten Penajam Paser Utara rutin gelar Operasi Pasar selama Ramadan.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Nita Rahayu
OPERASI PASAR - Ilustrasi Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) pada 5 Desember 2024). Pemkab PPU bakal rutin menggelar Operasi Pasar selama Ramadan sebagai upaya antisipasi lonjakan harga pangan. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal rutin menggelar operasi pasar selama Ramadan.

Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan selama bulan suci.

Adapun harga bahan pangan yang dijual dalam operasi pasar akan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Asisten II Pemkab PPU Sodikin mengatakan bahwa, operasi pasar akan lebih sering dilakukan.

Itu menjangkau seluruh kecamatan yang ada di PPU, mulai Penajam, Babulu, Waru dan Kecamatan Sepaku.

"Kita sering memang melaksanakan operasi pasar sebelumnya, Ramadan ini kita akan rutinkan lagi," ungkapnya, Minggu (2/3/2025).

Baca juga: Jadwal Imsak dan Waktu Shalat Subuh Ramadhan 2025 Wilayah Kabupaten PPU hingga IKN Hari Ini

Sodikin juga memastikan bahwa hingga saat ini tak ada lonjakan harga bahan pangan yang signifikan.

Selain upaya operasi pasar, dinas terkait juga kata dia melakukan pengecekan berkala, terhadap harga-harga di pasar.

Mulai dari beras, minyak, gula, daging, ayam, cabe rawit, bawang merah, bawang putih dan lainnya.

Beberapa komoditas itu menjadi fokus lantaran harganya yang cenderung fluktuatif pada momen tertentu.

"Biasanya itu yang naik atau harganya berubah cabe rawit dan bawang, tapi saat ini tidak demikian," ujarnya.

Baca juga: Kapolres PPU Pastikan Keamanan Stok dan Kelancaran Distribusi Bahan Pangan Jelang Ramadhan

Sementara soal stok terutama beras, beberapa waktu lalu telah dipantau di gudang Bulog Babulu.

Stok yang ada, yakni 4 ton beras petani lokal dan 15 ton beras premium yang didatangkan dari Sulawesi.

Diperkirakan jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat PPU hingga beberapa bulan ke depan.

"Aman-aman saja ya, karena ekonomi kita juga stabil, daya beli stabil, jadi relatif aman," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved