Senin, 13 April 2026

Berita Penajam Terkini

Bupati PPU Mudyat Noor Optimis MBG Bisa Segera Terlaksana di Penajam Paser Utara 

Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor optimis program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penjam Paser Utara.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
HO/Pemkab PPU
MBG DI PPU - Bupati PPU Mudyat Noor saat mendampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto melakukan pengecekan ke gedung SPPG Polres PPU, MBG di PPU diharapkan segera terealisasi, Rabu (5/3/2025). (HO/Pemkab PPU)   

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor optimis program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penjam Paser Utara, Kalimantan Timur bisa segera terealisasi.

Terlebih, setelah adanya satu dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Polres PPU yang siap difungsikan.

"Harapannya ini bisa secepatnya, tapi kita masih menunggu juknisnya juga," ungkapnya pada Rabu (5/3/2025).

Gedung SPPG itu juga telah ditinjau kelayakannya oleh Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Nanang Avianto pada Rabu 5 Maret 2025 pagi. 

Baca juga: Info Program Makan Bergizi Gratis Samarinda, Hanya 1 Dapur Umum MBG yang Beroperasi Penuh

Bupati Mudyat Noor juga mendampingi kunjungan tersebut, dan mengatakan bahwa Kapolda mengapresiasi gedung yang disediakan itu.

Bahkan, Kapolda menilainya sebagai salah satu yang terbaik dari beberapa SPPG di Kaltim yang telah dikunjunginya.

"Tadi Kapolda mengatakan bahwa itu yang paling bagus," ujarnya.

Sebelumnya diketahui bahwa di Penajam Paser Utara nantinya akan ada sebanyak 22 SPPG yang disediakan.

Itu nantinya akan tersebar di Kecamatan Babulu, Waru, Sepaku dan juga Kecamatan Penajam.

Program ini telah di uji cobakan dibeberapa sekolah di Kecamatan Sepaku, langsung oleh Badan Gizi Nasional.

Karena sifatnya masih ujicoba, maka yang ditunjuk yakni lima sekolah dasar (SD), dua SMP dan satu SMK.

Untuk anggaran pelaksanaan MBG, seluruhnya ditanggung pemerintah pusat. 

Anggaran daerah yang sudah teralokasi sebelumnya, yakni Rp21 miliar, akan digunakan untuk program pendidikan lainnya.

Pemerintah pusat kabarnya akan menggelontorkan masing-masing Rp10 miliar untuk setiap dapur, per tahunnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved