Berita Kaltim Terkini
Pemprov Kaltim Gelar Gerakan Pangan Murah, Jaga Kestabilan Harga
Gerai Gerakan Pangan Murah (GPM) Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah resmi dibuka di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gerai Gerakan Pangan Murah (GPM) Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah resmi dibuka di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (6/3/2025).
GPM yang berlokasi di halaman Kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Kaltim, Jalan Basuki Rammat Kota Samarinda ini dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim Syarifah Suraidah Rudy.
Terdapat 64 gerai pedagang yang tersedia. Mereka menjual seluruh kebutuhan pokok seperti beras, cabai merah dan rawit, daging, komoditi laut, telur ayam, sayur mayur, bawang, buah-buahan, cemilan, makanan olahan, minyak goreng hingga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan harga yang lebih miring.
"Tadi saya keliling alhamdulillah semua harganya masih normal. Semoga ke depannya sampai lebaran nanti harga bahan pangan tetap stabil," singkat Syarifah Suraidah Rudy saat dijumpai awak media usai pembukaan tersebut.
Baca juga: Jadwal Operasi Pasar Murah Ramadhan 2025 Balikpapan, Harga Hemat dan Libatkan 20 Tenan
Sementara itu, Kepala Dinas PTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana mengatakan seluruh produk yang dijual merupakan produk lokal.
Gerakan Pangan Murah ini akan buka selama dua hari atau 6 Maret sampai 7 Maret 2025 pada pukul 08.00-12.00 Wita.
"Rencana akan digelar di seluruh kabupaten kota. Tapi setiap kabupaten kota mencari waktu yang pas untuk menggelar GPM karena kondisi daerah berbeda-beda," ujar Yana, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan tujuan digelarnya GPM guna menjaga kestabilan harga selama bulan suci Ramadhan.
"Selain itu kita mendorong produk lokal sehingga harganya terjangkau dan menyejahterakan masyarakat, petani, pedagang dan UMKM kita," jelas Yana.
Baca juga: 4.980 Tabung Gas Disiapkan untuk Pasar Murah LPG 3 Kg di Balikpapan, Digelar di 10 Lokasi
Secara umum, GPM menjadi bentukan lain dari Pasar Sigap yang dibangun oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim dan digelar setiap hari.
Melalui gerakan ini juga Pemprov Kaltim berharap masyarakat tidak membeli barang dengan memborong atau panic buying.
"Karena sejauh ini ketersediaan masih mencukupi, juga tidak ada lonjakan harga yang tinggi," pungkas Yana.
Pembukaan GPM ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto.
Pihaknya turut mengapresiasi GPM yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, Bulog dan sejumlah dinas lainnya tersebut.
Ia menjelaskan, BI juga hadir sebagai tim pengendali inflasi melalui program 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.
Ia mengatakan, ketersediaan pangan di Kaltim mencukupi namun mengalami deflasi.
"Tapi bersyukur nilai tukar petani (NTP) masih bagus. Memang itu yang kita jaga. Yang turun justru komponen rumahan seperti listrik, transportasi dan angkutan udara," kata Budi Widihartanto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250306_Inflasi-Pasar-Murah-Kaltim-2025.jpg)