Senin, 4 Mei 2026

Balikpapan Dikepung Banjir

Tanggapan Anggota DPRD Balikpapan Laisa Hamisah Terkait Balikpapan Dikepung Banjir Hari ini

Sejumlah titik bahkan mengalami genangan hingga setinggi dada orang dewasa, membuat warga kesulitan menyelamatkan barang-barang mereka

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Zainul | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
BANJIR BALIKPAPAN - Anggota Komisi III DPRD kota Balikpapan, H. Laisa Hamisah menyarankan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan perbaikan fungsi drainase secara merata untuk mengatasi persoalan banjir di kota Balikpapan. Jumat (7/3/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL ) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Balikpapan sejak Kamis (6/3)) malam hingga Jumat dini hari (7/3) menyebabkan sebagian besar wilayah kota terendam banjir

Sejumlah titik bahkan mengalami genangan hingga setinggi dada orang dewasa, membuat warga kesulitan menyelamatkan barang-barang mereka.

Banjir kali ini berdampak luas, dengan banyak rumah warga yang terendam dan perabotan yang tak bisa diselamatkan.

Selain merugikan masyarakat, genangan air juga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama dan menghambat aktivitas warga.

Baca juga: Kue Amparan Tatak, Sajian Khas Jelang Ramadhan di Balikpapan Menggugah Selera

Menanggapi kondisi ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Laisa Hamisah, menyoroti masalah drainase yang dinilainya masih belum optimal dalam mengatasi curah hujan tinggi.

"Sistem drainase kita di Balikpapan saat ini menurut saya masih kurang optimal dan harus dilakukan pembangunan secara menyeluruh.

"Meskipun kita akui bahwa pemerintah kota sudah melakukan berbagai upaya, namun hasilnya belum maksimal dan kita maklumi upaya ini dilakukan bertahap," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyak saluran air yang tersumbat karena ketidakmampuan drainase menampung volume air hujan.

Faktor lain yang turut memperburuk situasi adalah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga memperparah penyumbatan drainase.

"Perlu ada sosialisasi yang lebih masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan," tambahnya.

Selain masalah drainase, Laisa Hamisah juga menyoroti kondisi tanah di Balikpapan yang cenderung mengalami penurunan, sehingga lebih mudah tergenang air.

Ia menekankan pentingnya penambahan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir.

"RTH sangat diperlukan karena bisa menyerap air hujan yang turun. Apalagi saat ini pembangunan perumahan di Balikpapan semakin meningkat.

"Harus ada keseimbangan antara pembangunan dan ketersediaan ruang terbuka hijau agar daya serap air tetap terjaga," jelasnya.

Banjir yang terus berulang di Balikpapan kata dia menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat. 

"Perbaikan sistem drainase, peningkatan kesadaran warga, serta perencanaan kota yang lebih berkelanjutan menjadi langkah penting yang perlu segera diwujudkan guna mencegah banjir serupa terjadi di masa depan," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved