Balikpapan Dikepung Banjir
Tanggapan Anggota DPRD Balikpapan Laisa Hamisah Terkait Balikpapan Dikepung Banjir Hari ini
Sejumlah titik bahkan mengalami genangan hingga setinggi dada orang dewasa, membuat warga kesulitan menyelamatkan barang-barang mereka
Penulis: Zainul | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Balikpapan sejak Kamis (6/3)) malam hingga Jumat dini hari (7/3) menyebabkan sebagian besar wilayah kota terendam banjir.
Sejumlah titik bahkan mengalami genangan hingga setinggi dada orang dewasa, membuat warga kesulitan menyelamatkan barang-barang mereka.
Banjir kali ini berdampak luas, dengan banyak rumah warga yang terendam dan perabotan yang tak bisa diselamatkan.
Selain merugikan masyarakat, genangan air juga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama dan menghambat aktivitas warga.
Baca juga: Kue Amparan Tatak, Sajian Khas Jelang Ramadhan di Balikpapan Menggugah Selera
Menanggapi kondisi ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Laisa Hamisah, menyoroti masalah drainase yang dinilainya masih belum optimal dalam mengatasi curah hujan tinggi.
"Sistem drainase kita di Balikpapan saat ini menurut saya masih kurang optimal dan harus dilakukan pembangunan secara menyeluruh.
"Meskipun kita akui bahwa pemerintah kota sudah melakukan berbagai upaya, namun hasilnya belum maksimal dan kita maklumi upaya ini dilakukan bertahap," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak saluran air yang tersumbat karena ketidakmampuan drainase menampung volume air hujan.
Faktor lain yang turut memperburuk situasi adalah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga memperparah penyumbatan drainase.
"Perlu ada sosialisasi yang lebih masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan," tambahnya.
Selain masalah drainase, Laisa Hamisah juga menyoroti kondisi tanah di Balikpapan yang cenderung mengalami penurunan, sehingga lebih mudah tergenang air.
Ia menekankan pentingnya penambahan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir.
"RTH sangat diperlukan karena bisa menyerap air hujan yang turun. Apalagi saat ini pembangunan perumahan di Balikpapan semakin meningkat.
"Harus ada keseimbangan antara pembangunan dan ketersediaan ruang terbuka hijau agar daya serap air tetap terjaga," jelasnya.
Banjir yang terus berulang di Balikpapan kata dia menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat.
"Perbaikan sistem drainase, peningkatan kesadaran warga, serta perencanaan kota yang lebih berkelanjutan menjadi langkah penting yang perlu segera diwujudkan guna mencegah banjir serupa terjadi di masa depan," harapnya. (*)
DPRD Balikpapan
Pemkot Balikpapan
Walikota Balikpapan
Balikpapan
banjir
TribunKaltim.co
TribunBreakingNews
| Banjir Kepung Wilayah Balikpapan Kemarin, Akses Jalan MT Haryono Terputus |
|
|---|
| MT Haryono Tergenang, Brimob Kaltim Evakuasi Warga dan Bantu Pengendara Mogok |
|
|---|
| Satlantas Polresta Balikpapan Turun ke Jalan Atur Lalu Lintas Imbas Banjir Meluas |
|
|---|
| FOTO-FOTO: Hujan Deras Sejak Pagi Kembali Munculkan Titik Banjir di Balikpapan |
|
|---|
| Hujan Sejak Pagi, Balikpapan Dilanda Banjir, Beberapa Kawasan Kembali Tergenang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250307_DPRD-kota-Balikpapan-H-La-Isa-Hamisah.jpg)